Logo Sulselsatu

Gubernur Segera Belanjakan DIPA 2020

Asrul
Asrul

Jumat, 15 November 2019 10:18

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2020 untuk daerah bawahan sebesar Rp 556 triliun, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/11/2019).

Selain untuk daerah bawahan presiden Jokowi juga menyerahkan anggaran untuk Kementerian dan lembaga sebesar Rp 909 triliun.

“Tadi sudah di serahkan DIPA dana transfer daerah dana desa, pada saudara semuanya ada Rp 909 triliun untuk kementerian dan lembaga dan Rp 556 triliun transfer ke daerah, artinya apa setelah penyerahan ini,” ungkap Presiden Jokowi di hadapan seluruh Gubernur seluruh Indonesia.

Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran

Olehnya itu mantan Walikota Solo ini mengingatkan perubahan buang sangat signifikan terhadap pola dan cara pandang pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Saya ingin melihat ada perubahan cara bergelar kita, pola-pola lama kita, pertama yang harus kita rubah mulai secepat-cepatnya belanja terutama belanja modal bagi DIPA yang tadi sudah diserahkan tadi Menteri Keuangan,” jelas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

“Saya ingin melihat ada perubahan cara pergerakan kita, cara pandang kita, pola-pola lama yang harus kita ubah secepat-cepatnya belanja. Terutama belanja modal bagi DIPA-DIPA yang tadi sudah diserahka, sehingga kita harapkan belanja APBN kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi seawal mungkin, oleh sebab itu segera lelang dan pelaksanaan Januari sudah di laksanakan, jangan nunggu-nunggu, ini perintah,” kata Jokowi.

Baca Juga : Warisan Utang Era Jokowi Dinilai Jadi Biang Efisiensi Anggaran

Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah setelah menerima DIPA dan dana transfer daerah tahun 2020 dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengaku akan merancang sedemikian rupa persiapan anggaran khusus di Pemprov Sulsel.

“Bapak presiden segera kita sampaikan bagaimana anggaran kita sudah direncanakan matang sebelum tahun berjalan. Kenapa ini harus dilakukan supaya betul-betul mendorong pertumbuhan,” ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, saat ditemui di Istana Negara.

Pemprov Sulsel dengan Forkompinda dan pemerintah kabupaten kota se-Sulsel sudah melakukan sinergi yang baik untuk mendorong percepatan pembangunan, bahkan pada tanggal 18 November ini akan dilakukan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Makassar.

Baca Juga : Jokowi Sebut Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Ini Alasannya

“Kalau provinsi dan pemerintah kabupaten kota kita sinergikan dan kita mendorong lebih cepat lagi, seluruh kegiatan baik fisik maupun pengadaan dan sebagainya. Kalau kita masuk pada pola lama September baru kita tender, kita rasakan betul betapa kualitas akan menjadi pengaruh,” jelas mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

“Saya kira itu beberapa hal dan tentu kita juga mendorong pendapatan kita dengan menciptakan berbagai stimulasi yang kira-kira bisa ikut mendorong pertumbuhan kita,” pungkasnya.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...