Logo Sulselsatu

Anggaran Perjalanan Dinas Pemprov Sulsel Disorot

Asrul
Asrul

Rabu, 27 November 2019 08:57

Peneliti senior PUKAT yang juga Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis. (Sulselsatu/Asrhawi Muin)
Peneliti senior PUKAT yang juga Rektor Universitas Patria Artha, Bastian Lubis. (Sulselsatu/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSARAnggaran perjalanan dinas Pemprov Sulsel menuai kritik. Pasalnya, biaya untuk jalan-jalan pejabat dianggap tidak masuk akal.

Salah satu contohnya di Bappeda Sulsel. Anggaran perjalanan dinas yang diajukan dalam APBD 2020 mencapai Rp8,1 miliar.

Pengamat tata keuangan negara, Bastian Lubis mengatakan, hal itu bertentangan dengan komitmen Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang menginginkan adanya efisiensi anggaran.

Baca Juga : Program Mudik Gratis Sulsel 2026 Pelindo Dapat Apresiasi Pemprov Sulsel

Efisiensi, kata Bastian, itu dilakukan Nurdin untuk menyiasati defisit dengan merasionalisasi seluruh anggaran hingga memangkas sejumlah program di beberapa dinas.

“Bukannya melakukan efisiensi di tengah keuangan yang defisit, kok biaya perjalanan dinas untuk Bappeda justru membengkak hingga miliaran rupiah. Ini tentu mengherankan,” ujarnya, Rabu (27/11/2019).

Menurutnya, pemutusan alokasi anggaran sebaiknya sesuai dengan realisasi yang dilakukan Bappeda tahun ini. Terlebih, kata Bastian, di saat kondisi keuangan daerah tengah defisit, tak boleh ada permainan anggaran.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

“Itulah pentingnya untuk petinggi atau pejabat daerah punya sense of crisis atau kepekaan terhadap krisis. Apa pun alasan kenaikan, kebijakan tersebut tidak kontekstual. Sebab, yang mesti dijawab sekarang, yakni mencari solusi keuangan daerah bisa membaik. Bukan malah mengeluarkan kebijakan yang justru akan membebani keuangan daerah,” ujar Bastian.

Untuk itu, ia menyarankan agar biaya perjalanan dinas itu bisa dirasionalisasi agar nilainya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Itupun, kata dia, dengan melihat kinerja OPD terhadap realisasi anggaran sebelumnya.

“Perjalanan dinas harus dilakukan secara selektif. Kemudian frekuensi dan jumlah harinya dibatasi. Selain itu, harus diperhatikan target kinerja. Sehingga perjalanan dinas relevan dengan substansi kebijakan pemerintah daerah,” kata Bastian.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

Rektor Universitas Patria Artha itu mengaku tergelitik jika kenaikan anggaran perjalanan dinas ini dianggap bisa menimbulkan efektivitas, efisiensi, dan memberikan manfaat. Pasalnya, jika kenaikan itu mampu meningkatkan kinerja, tentu akan didorong. Sayangnya, program pemerintahan hari ini berjalan lamban.

“Seharusnya bila kinerja OPD buruk, bukan komponen APBD yang diutak-atik, lebih baik melakukan evaluasi untuk dilakukan mutasi. Sebab akan menjadi pemandangan yang aneh ketika sebuah kebijakan menyimpan masalah,” tutur Bastian.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...