Logo Sulselsatu

Aktivis Diserang OTK Usai Demo, Ini Kata Kapolres Jeneponto

Asrul
Asrul

Sabtu, 30 November 2019 18:30

istimewa
istimewa
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Penyerangan aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam Fraksi Revolusi Keadilan (FRK) di Cafe 88 Jalan Ishak Iskandar, Jumat (29/11/2019) lalu, kini mulai di dalami Polres Jeneponto.
Kapolres Jeneponto, AKBP Ferdiansyah yang dikonfirmasi oleh Sulselsatu.com, Sabtu (30/11/2019), menjelaskan terkait perkembangan kasus penyerangan aktivis oleh orang tak dikenal (OTK)
“Untuk kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan, kejadian baru kemaren sore kan,?” kata Ferdiansyah.
Namun demikian, pihaknya mengaku akan bekerja profesional dalam penanganan kasus penyerangan ini.
“Tetap ditangani secara prosedural dan profesional,” tambahnya.
Ditanya apakah pasca kejadian tersebut sudah dilakukan olah TKP, Ferdiansyah menyarangkan agar bertanya ke penyidik langsung.
“Kalau masalah teknis, silahkan tanyakan ke penyidik,” katanya.
Diberitakan sebelumnya penyerangan terhadap para aktivis usai melakukan aksi unjuk rasa di beberapa titik di Jeneponto terkait lokasi balap motocross Bupati Cup yang berdekatan dengan RSUD Lanto Dg Pasewang yang akan digelar dalam waktu dekat.
Para aktivis ini berharap agar lokasi balapan motocross dipindahkan jauh dari rumah sakit karena diduga kuat akan mengganggu para pasien nantinya.
Usai melaksanakan unjuk rasa, para aktivis ini singgah di cafe 88 tepat di Jalan Lingkar, Jeneponto, Jumat, (29/11/ 2019), sekitar pukul 17.00 wita untuk istirahat.
Hanya saja, belum lama istirahat, tiba-tiba sekolompok orang yang menggunakan penutup wajah (topeng) langsung menyerang para aktivis tersebut.
Akibat penyerangan tersebut, dua orang aktivis, Yudistira dan Dedi dianiaya dan telah divisum di RSUD Lanto Daeng Pasewang.
“Kami di serang OTK saat sedang istirahat di cafe resto 88 usai kami menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Jeneponto,” Kata Yudistira kepada awak media Jumat, malam (29/11/ 2019).
Menurutnya, mereka diserang orang tak dikenal sebanyak kurang lebih 30 orang. “Banyak orangnya, kurang lebih 30 orang dengan memakai topeng,” kata Yudistira.
Penulis : Dedi
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....
Makassar17 September 2026 18:16
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Pegadaian Gelar Pelatihan Barbershop di Nipah
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara (Sulselbarra Maluku) mendorong peningkatan kapasitas pelaku...