Logo Sulselsatu

Memasuki Perubahan Iklim, Pemkab Gowa Siap Jaga Ketersediaan Pangan

Asrul
Asrul

Selasa, 03 Desember 2019 16:18

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah melakukan langkah antisipasi dalam menjaga ketersediaan/ketahanan pangan saat terjadi perubahan iklim.

Salah satunya pada 2019 ini wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) terjadi perubahan iklan yang cukup ekstrem dimana terjadi kondisi cuaca panas yang cukup berkepanjangan sehingga mempengaruhi curah hujan yang lambat. Kondisi cuaca seperti ini tentunya akan mempengaruhi ketersedian pangan melalui komoditas pertanian seperti beras dan jagung.

“SKPD terkait dan seluruh kelompok tani harus segala mengantisipasi keterlambatan terjadinya musim hujan, jika pada minggu kedua di Desember ini sudah terjadi hujan maka yang perlu diantisipasi adalah curah hujan secara terus menerus, karena ini sangat memberikan potensi besar terhadap terjadinya banjir,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Muchlis usai menghadiri Talkshow Antisipasi Perubahan Iklim untuk Menjaga Stabilitas Ketahanan Pangan, di Gedung De’Bollo, Jalan Tumanurung, Selasa (3/12/2019).

Baca Juga : Resmi Jabat Bupati, Darmawangsyah Muin Fokus Bereskan Utang Pemkab Gowa dan Hak ASN

Karena itu, lanjut dia, perlu dilakukan penerapan model pertanian yang berbeda dari sebelumnya. Misalnya, petani harus menghitung betul kapan jadwal menanam, dan kapan bisa dilakukan pembukaan pintu air.

“Bentuk antisipasinya harus bisa berubah dengan perubahan iklim yang juga terjadi ini,” terang Muchlis.

Sementara, dalam jangka panjang kelompok petani harus sudah mulai melakukan diversifikasi komoditas atau memperbanyak jenis tanamam pada satu lahan, misalnya pada ladang padi juga terdapat komoditas jagung dan sebaliknya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional

Hal ini berdasarkan fakta yang ada bahwa meskipun Kabupaten Gowa telah mencapai swasembada ataupun melampaui produksi pertanian yang ditargetkan nasional, tetapi ini tidak membuat lebih baik pada pendapatan nilai tukar pertanian.

“Kita harus bisa menemukan jenis komoditas, pola budidaya dan sekaligus membangkitkan kembali apa yang menjadi karifan lokal. Seperti pada jenis tumbuhan ubi jalar yang mana di wilayah kita ini produksinya bisa lebih banyak, sehingga bisa ditambah menjadi asupan tambahan gizi,” tutupnya.

Sementara Kadis Ketahanan Pangan dan Holtikultura Gowa Sugeng Priyanto mengungkapkan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulsel bahwa telah terjadi pergeseran hujan. Sehingga langkah yang dilakukan utamanya pada sektor pertanian yaitu menerapkan beberapa teknologi pada sistem pertanian.

Baca Juga : Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong UMKM Masuk Pasar Haji

Ia menyebutkan, petani saat ini telah menggunakan benih pada yang lebih mudah dari biasanya sehingga proses menanam yang dilakukan bisa lebih cepat dari sebelumnya dan mempengaruhi proses panen pula. Termasuk pula beberapa metode tanam yang baru yaitu proses taman hazton dan jajar legowo telah dilakukan sehingga target untuk menjaga ketersediaan pangan saat terjadi perubahan iklim dapat dihadapi.

Ia menyebutkan, di wilayah Kabupaten Gowa ketersediaan komoditas yang perlu dijaga saat terjadi perubahan iklim yaitu beras dan jagung yang juga sesuai kebutuhan nasional. Sedangkan untuk komoditas hortikultura dianggap bukan menjadi hal yang penting dijaga karena sifat panennya jangka pendek dan pada proses produksinya tidak membutuhkan asupan air yang begitu banyak.

“Kita pastikan kebutuhan ketersediaan beras dan komoditas lainnya dapat mencukupi. Mulai dari ketersediaan beras, jagung dan tanaman lainnya,” ujarnya.

Baca Juga : Pegang Siri’ na Pacce, Sikap Keluarga Besar Husniah Talenrang Diapresiasi Akademisi hingga Netizen

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...