SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kekesan terhadap perempuan dan anak di Sulsel masih cukup masif. Angkanya mencapai 1.810 kasus dalam kurun waktu satu tahun.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) Sulsel Ilham A Gazaling mengatakan, kasus terbanyak yang dilaporkan adalah di Kota Makassar dengan jumlah 903 kasus.
“Data ini tentu harus menjadi perhatian kita semua, dan melalui pertemuan ini selain menjadi ajang refleksi juga menjadi sarana bertukar pikiran bagi kita untuk menemukan solusi yang tepat,” kata Ilham dalam refleksi akhir tahun yang digelar DPPA Sulsel di Hotel Arthama, Jalan Haji Bau Makassar, Kamis (19/12/2019).
Ilham mengungkapkan, dari kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di Sulsel, mayoritas pelaku ternyata merupakan orang yang memiliki hubungan dekat dengan korban.
“Bahkan dari kalangan keluarga sendiri,” ungkapnya.
Untuk itu, Ilham mengatakan pendekatan yang diberikan dalam penyelesaiannya tidak hanya pada pendekatan hukum semata. Hal-hal lain, seperti konseling, mediasi maupun rujukan juga harus dikedepankan.
Ilham menyebut, layanan-layanan ini sudah dilakukan melalui UPT P2TP2A Sulawesi Selatan. “Ini yang perlu kita tingkatkan, dan untuk hal tersebut kita butuh komitmen dan peranan aktif dari semua pihak terkait. Dengan begitu, kami optimis pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sulsel akan semakin baik ke depannya,” jelasnya.
Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar