Logo Sulselsatu

20.300 Ton Beras ‘Rusak’ Bulog Terjual Seharga Rp23,8 Miliar

Asrul
Asrul

Selasa, 24 Desember 2019 08:58

Stok beras di Bulog Subdivre Makassar Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. (Sulselsatu/Moh. Niaz Syarief)
Stok beras di Bulog Subdivre Makassar Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. (Sulselsatu/Moh. Niaz Syarief)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sebanyak 20.300 ton cadangan beras ‘rusak’ atau turun mutu milik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) laku terjual dengan harga Rp23,8 miliar.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi menyebut lelang beras yang telah disimpan selama 3 hingga 4 bulan tersebut dimenangkan oleh salah satu perusahaan industri lem furnitur.

“PT Zona Eksekutif Linier menjadi pemenang lelang terbuka beras turun mutu. Perusahaan industri lem furnitur tersebut menang dengan harga lelang Rp23,8 miliar rupiah. Saat dilelang, harga minimal (dipasang) Rp23,75 miliar rupiah,” ungkap Tri, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (24/12/2019).

Baca Juga : Pemkab Gowa Bersama Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras ke Masyarakat

Harga lelang yang dipasang perusahaan terpaut Rp50 juta dengan harga dasar yang dipasang oleh Perum Bulog.

Tri menjelaskan, dalam proses pelelangan yang dibuka sejak 13 Desember 2019, terdapat 12 perusahaan mendaftar lelang. Setelah diseleksi, terdapat 5 perusahaan yang lolos persyaratan administrasi.

“Yang mendaftar mengikuti lelang itu ada 12 perusahaan. Lolos administrasi dan persyaratan 5 perusahaan yang terdiri dari 2 perusahaan industri pupuk, 1 Industri lem furnitur 1 perusahaan industri sabun dan 1 perusahaan industri ethanol,” Ujarnya.

Baca Juga : Pemkab Gowa dan Bulog Salurkan 54.800 Kg Beras di Kecamatan Somba Opu

Tri kemudian mengaku bahwa terdapat selisih harga antara harga beras yang dilelang dan harga beli beras yang dilakukan pemerintah

Berdasarkan paparannya, pemerintah membeli beras tersebut dengan harga sekitar Rp8 ribu per kilogram (kg). Menurut perhitungan, dari 20.300 ton beras yang dilelang akan menghasilkan harga sebanyak Rp1.172 per kg.

Harga tersebut memiliki selisih sebesar Rp6.828 dari harga beli. Menurut Tri, penyelesaian terkait selisih harga itu akan diusulkan dan diputuskan saat rapat koordinasi terbatas perum Bulog (rakortas) yang hingga saat ini belum diputuskan waktunya.

Baca Juga : Mulai Hari Ini, Perum Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Makassar

Kendati demikian, Tri belum menyebut kapan rakortas tersebut akan dilakukan oleh pihaknya.

“Kami akan mengusulkannya dan akan diputuskan dalam rakortas,” pungkasnya.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News02 Mei 2026 12:10
Dirut Pelindo Tekankan HSSE dan Sinergi Operasional Saat Kunjungi Regional 4
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelindo Regional 4, Jumat (1/5/2026)....
Pendidikan02 Mei 2026 11:00
Mubes IKA Unhas Resmi Dimulai, Ramli Rahim: Mayoritas Dukung Amran Sulaiman Kembali Jadi Ketum
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton ...
News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....
Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...