Logo Sulselsatu

Wabup Gowa Ajak Warga Tolak Politik Uang dan SARA

Asrul
Asrul

Selasa, 24 Desember 2019 09:28

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA – Keberhasilan proses demokrasi baik melalui pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilihat dari besarnya jumlah partisipasi pemilih. Salah satunya di wilayah Kabupaten Gowa yang pada 2020 mendatang menjadi salah satu daerah yang akan menyelenggarakan proses pilkada.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni saat meresmikan Desa Sadar Pengawasan Partisipatif yang dicanangkan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gowa, di Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya, Senin (23/12/2019).

Menurutnya, dengan ditunjukkannya Desa Rannaloe sebagai Desa Sadar Pengawasan, maka dengan kesempatan yang sangat baik ini, mulai dari masyarakat Gowa secara umum dan masyarakat Desa Rannaloe, dan Kecamatan Bungaya secara khusus harus dapat membuktikan bahwa wilayah tersebut memang layak dan pantas untuk dijadikan percontohan dalam pengawasan pada Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Baca Juga : Tokoh Pemuda Kabupaten Wajo Serukan Pilkada Damai dan Politik Santun Tanpa Politik Uang

“Launching desa sadar pengawasan ini akan menjadi satu momentum bersejarah serta babak baru dalam memulainya proses demokrasi maupun pendidikan politik. Termasuk menjadi langkah nyata dalam mendorong kesadaran peningkatan partisipasi politik masyarakat,” katanya di sela-sela kegiatan.

Di samping itu, lanjutnya, Bawaslu sebagai pihak pengawas pemilu dan pilkada harus mampu memberikan pemahaman mengenai prosedur pemilu khususnya dalam meningkatkan partisipasi pemilih kedepannya. Sehingga dapat terselenggara pelaksanaan pemilu atau pilkada yang baik, aman dan lancar.

Kehadiran Desa Sadar Pengawasan Partisipatif ini diharapkan bukan hanya menjadi contoh desa pengawasan partisipasi untuk desa-desa lainnya dengan mendorong peningkatan jumlah pemilih, tetapi juga menjadi desa yang mampu bekerja efektif agar praktek-praktek kecurangan, manipulasi, politik uang, politisasi SARA hingga intimidasi dapat dihindari. Pasalnya praktek-praktek ini merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Baca Juga : Pemkab Gowa Rapat Koordinasi FKDM, Harap Mampu Minimalisir Potensi Konflik Sejak Dini

“Desa ini harus bisa mengajak masyarakatnya dan menjadi contoh kepada desa yang lain agar menjadi pemilih yang cerdas, karena sekarang bukan zamannya lagi menciptakan dan mempertahankan pemilih tradisional dalam artian tidak lagi menggunakan politik uang dan SARA dalam memperngaruhi pilihan pemilih,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan, pada proses pilkada mendatang masyarakat harus dapat menjadi pemilih yang cerdas dengan menentukan pilihan berdasarkan visi-misi serta program pembangunan yang akan dilakukan calon kepala daerah. Segala bentuk pengawasan dan penanganan yang dianggap dapat merusak proses demokrasi harus didukung penuh.

“Keberadaan Desa Sadar Pengawasan ini harus terus dapat dipertahankan karena sifatnya bukan sementara tetapi jangka panjang untuk menghadapi proses demokrasi di tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Baca Juga : Abd Rauf Sampaikan Program Pemerintah yang Dikembangkan di Hadapan Komisi I DPD RI

Rauf pun berharap, kehadiran Desa Sadar Pengawasan ini akan mendatangkan perubahan dan pengaruh pada pilkada serentak 2020 mendatang.

“Kita semua berkomitmen dan bertanggungjawab serta berintegritas dalam memastikan semua komponen daerah termasuk partai politik untuk terlibat langsung menyukseskan proses pilkada sebagai pilkada yang terbaik, bermutu dan bermartabat,” tutupnya.

Ketua Bawaslu Gowa Syamsuar Saleh mengungkapkan, desa sadar pengawasan ini hanya dibentuk di Kecamatan Bungaya dengan harapan kehadirannya nanti akan menawarkan virus pengawasan partisipasi maupun anti politik uang di seluruh desa di wilayah Kabupaten Gowa pada 2020 mendatang.

Baca Juga : Pemkab Gowa Komitmen Adopsi Resolusi Polusi Plastik di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“Kita ingin proses pilkada yang tercipta nantinya adalah pilkada yang berintegritas sehingga menjadi percontohan wilayah pilkada yang berhasil dan aman dengan mengawasi seluruh tahapan pilkada,” ujarnya.

Menurut Syamsuar, dipilihnya Desa Rannaloe menjadi desa sadar pengawasan dengan melihat hasil survei dalam pemilihan kepala desa hingga pemilihan gubernur yang lalu dimana desa tersebut menjadi desa yang tingkat partisipasi pemilihnya tinggi serta yang paling bersih dengan menolak politik uang.

Sementara, Camat Bungaya Muhammad Natsir mengapresiasi dicanangkan Desa Rannaloe sebagai Desa Sadar Pengawasan oleh Bawaslu Gowa.

Baca Juga : Banyak Lahan Kritis, Pemkab Gowa Kembali Tanam 4.000 Bibit Pohon di Tombolopao

Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan tersebut akan dijalankan dengan sangat baik.

“Kecamatan Bungaya menjadi salah satu kecamatan terbaik pada partisipasi pemilihnya pada pemilihan gubernur di 2019 mendatang sehingga kami akan berupaya apa yang diamanahkan saat ini akan dijalankan dengan sangat baik,” singkatnya.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan03 Februari 2026 19:40
Forum Perangkat Daerah Kominfo Makassar Bahas Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
SULSELSATU.com MAKASSAR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah untuk membahas penguatan digital...
Makassar03 Februari 2026 19:38
Walikota Appi Serukan Percepatan Digitalisasi Bansos agar Tepat Sasaran ke Masyarakat
SULSELSATU.com JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar, akan terus meningkatkan efisiensi proses penyaluran bantuan sosial, melalui pemanfaatan tekno...
News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...