Logo Sulselsatu

Lantik Pejabat Baru Hasil Peleburan OPD, Pemprov Tunggu Hasil Penilaian

Asrul
Asrul

Senin, 06 Januari 2020 16:55

Ketua Tim Panitia Pelaksanaan (Pansel) Lelang Jabatan Dirut PDAM, Abdul Hayat Gani. (Sulselsatu/Jahir Majid)
Ketua Tim Panitia Pelaksanaan (Pansel) Lelang Jabatan Dirut PDAM, Abdul Hayat Gani. (Sulselsatu/Jahir Majid)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani belum memastikan jadwal pelantikan pejabat eselon II yang akan ditempatkan pada OPD baru hasil peleburan.

Hayat mengatakan, pelantikan kepala OPD tersebut sisa menunggu hasil penilian dari tim penilai kinerja yang dibentuk pemprov.

“Belum keluar (hasil penilaian), semoga saja minggu ini,” kata Hayat, Senin (6/1/2020).

Baca Juga : Program Mudik Gratis Sulsel 2026 Pelindo Dapat Apresiasi Pemprov Sulsel

Hayat berharap, semua persiapan kelar pekan ini sehingga semua OPD hasil peleburan sudah bisa berdiri.

“Insya Allah semoga minggu ini,” harap Hayat.

Diketahui adapun perubahan OPD di lingkup PU yakni: Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sulsel; Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel; Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, dilebur menjadi dua OPD yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Tata Ruang, Pemukiman, dan Pertanahan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Kemudian, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) dilebur menjadi satu bagian ke dalam Bappeda Sulsel.

Kemudian, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura beserta Dinas Perkebunan dilebur menjadi satu menjadi Dinas Perkebunan dan Pertanian. Atas hal itu, muncul OPD baru yang berdiri sendiri yakni Dinas Ketahanan Pangan.

Selanjutnya, Biro Humas dan Protokol dilebur menjadi satu bagian Dinas Kominfo dan Protokoler dilebur ke dalam Biro Umum.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

Selain itu di lingkup sekretariat ada biro baru, yakni: Biro Pengadaan dan Jasa, Biro Administrasi dan Sekretariat Daerah, dan Biro Ortala berubah nama menjadi Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Kemudian, Biro Aset dilebur kedalam Badan Pengelolaan Keuangan Daerah. Lalu Biro Pembangunan dilebur ke Biro Ekonomi. Termasuk posisi staf ahli yang saat ini diisi tujuh pejabat, direncanakan akan dirampingkan dan menjadi dua staf ahli saja.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan18 Oktober 2026 15:48
Dari Komisariat Menuju Panggung Nasional, Dr Fachri Bachmid Berbagi Pesan Intelektual kepada Calon Kader HMI Hukum UMI
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Angkatan 115 Basic Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universita...
Pendidikan18 Oktober 2026 15:11
BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli mendukung kehadiran Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, un...
News18 Oktober 2026 09:40
Sinyal Bahaya di Balik Panggilan Tak Dikenal
Penipuan digital dapat menyusup ke aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi usaha kecil hingga panggilan telepon yang tampak biasa. Di tengah ancam...
Metropolitan17 Oktober 2026 23:02
Waspada Penipuan Mencatut Nama Anggota DPRD Makassar Muchlis A Misbah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Beredar akun WhatsApp yang mengatasnamakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar H Muchlis A Mi...