Logo Sulselsatu

Nelayan China Hengkang, Pengamat: Sengketa Natuna Tak Bakal Usai

Asrul
Asrul

Minggu, 12 Januari 2020 20:25

istimewa
istimewa

JAKARTA – Kapal-kapal nelayan China memang dipantau telah meninggalkan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Natuna uatara. Namun, wilayah ini diprediski akan tetap bersengketa dan tak pernah usai.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menyebut sengketa antara Indonesia dengan China di laut utara Natuna tak akan pernah selesai. Indonesia maupun China sama-sama ngotot enggan mengakui klaim masing-masing atas perairan utara Natuna.

Indonesia mengklaim bahwa laut utara Natuna adalah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) atas dasar Kovensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 atau UNCLOS 1982. Sementara China mengakui bahwa pihaknya berhak atas sumber daya alam di Natuna berdasarkan sembilan garis putus-putus versi mereka.

Baca Juga : Sengketa Natuna, China Juga Anggap Indonesia Mitra Strategis

“Masalah itu tidak selesai sampai akhir zaman,” kata Hikmahanto saat diskusi ‘Pantang Keok Hadapi Tiongkok’ di Jakarta, Minggu (12/1/2020) seperti dilansir CNN Indonesia.

Wilayah laut utara Natuna kerap jadi sengketa. Bukan hanya dengan China, sengketa menurut Hikmahanto juga pernah terjadi dengan Vietnam.

“Tapi kalau dengan China bagaimana kjta bernegosiasi, kalau kita saja tidak mengakui dasar dari klaim mereka sebaliknya China juga tidak akan bernegosiasi. Dia tidak mengakui klaim Indonesia,” katanya.

Baca Juga : PKS Kritisi Sikap Lembek Prabowo dan Luhut Soal Sengketa Natuna

Garis putus-putus yang diklaim China diketahui juga bersinggungan dengan negara lain. Bahkan dengan dengan negara lain seperti Filipina, Malaysia dan Vietnam, klaim China itu tumpang tindih dengan wilayah kedaulatan negara-negara tersebut

“Tapi dengan Indonesia itu nggak bersinggungan (dengan wilayah kedaulatan) bukan di 12 Mil. Tapi bersinggungan dengan ZEE (Zona ekonomi eksklusif),” ujar

China mengklaim wilayah utara Natuna masuk dalam wilayah ekonomi mereka berdasarkan sejarah. China bahkan mengirim nelayan untuk langsung mengambil ikan.

Baca Juga : Sengketa Natuna, Mahfud MD: Akan Kami Usir dengan Segala Kemampuan

Hikmahanto berharap agar pemerintah memberikan kemudahan kepada nelayan yang ingin mencari ikan di wilayah perairan Natuna. Salah satunya dengan memfasilitasi nelayan untuk melaut di sana sehingga bisa mendorong nelayan China untuk keluar dari ZEE itu.

“Nah di sini nanti pemerintah, Menteri KKP harus memberi insentif supaya hadir. Kan kalau dari China dengan kekuatan finansial di pemerintahnya sekarang bahwa mereka membiayai nelayan yang mereka klaim,” kata dia.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....