Logo Sulselsatu

Suka Kritik Erdogan, Hakan Sukur Jadi Sopir Taksi Online di AS

Asrul
Asrul

Selasa, 14 Januari 2020 11:58

Hakan Sukur. (int)
Hakan Sukur. (int)

JAKARTA – Masih ingat pesepakbola asal Turki, Hakan Sukur? eks bomber Inter Milan itu kini menjalani masa-masa tuanya sebagai driver taksi online Uber di Amerika Serikat (AS).

Sukur menjadi pengungsi di AS setelah menjadi salah satu pengkritik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pekerjaan mantan kapten timnas Turki itu kini hanya menjadi pengemudi taksi online di Washington. Dia mengklaim asetnya di Turki dibekukan Erdogan.

“Tak ada lagi yang tersisa, Erdogan mengambil semuanya: kebebasan saya, kebebasan berekspresi, dan hak untuk bekerja.”

Baca Juga : Masjid Hagia Sophia Dibuka, Yunani Bakar Bendera Turki

Hakan Sukur. (int)

“Saya merasa tidak melakukan hal yang melawan hukum. Saya bukan pengkhianat atau teroris. Mungkin saya musuh pemerintah, tapi bukan musuh negara Turki,” ujar Hakan Sukur kepada Welt am Sonntag dikutip dari CNN Indonesia dari Football Italia.

Parma dan Inter Milan menjadi klub yang membuat Hakan Sukur pernah bersinar pada 2000 sampai 2002. Di Parma, dia pernah meraih gelar juara Coppa Italia 2002.

Baca Juga : Setelah 86 Tahun, Shalat Jumat di Hagia Sophia Kembali Digelar

Hakan Sukur tercatat pernah mengantarkan timnas Turki ke semifinal Piala Dunia 2002. Setelah berpetualang di klub-klub luar Turki seperti Inter Milan, Parma, dan Blackburn Rovers, dia kembali ke Galatasaray pada 2003.

Galatasaray pun menjadi klub terakhir Hakan Sukur sebelum pensiun. Hakan Sukur memutuskan pensiun pada 2008.

Setelah pensiun, dia aktif di dunia politik praktis. Hakan Sukur pernah terpilih sebagai wakil rakyat di Parlemen Turki. Namun, nasibnya berubah drastis pada 2011 sejak Erdogan berkuasa.

Baca Juga : Dibangun 360 Masehi sebagai Gereja, Ini Sejarah Kelam Hagia Sophia

Saat itu Hakan Sukur berposisi sebagai politikus yang berada di pihak oposisi dari pemerintah.

“Saya sangat mencintai negara saya. Setelah tak mendukung Erdogan, saya kerap mendapat ancaman. Toko istri saya diserang, anak-anak saya dilecehkan, ayah saya dipenjara, dan semua aset saya dibekukan.”

“Kemudian saya pindah ke Amerika Serikat. Saya sempat buka kafe di California, namun beberapa kali orang mencurigakan menyatroni saya. Sekarang saya jadi pengemudi Uber dan menjual buku-buku,” kata Hakan Sukur

Baca Juga : Erdogan Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Paus Fransiskus: Saya Sangat Tertekan

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel06 Agustus 2026 19:40
300 Petani Sidrap Dibekali Teknologi Smart Farming, Kolaborasi Australia-Unhas Dukung Pertanian Modern
SULSELSATU.com, SIDRAP – Sebanyak 300 petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengikuti pelatihan smart Farming sebagai upaya memperkenalkan ...
OPD06 Agustus 2026 19:39
Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang...
Politik06 Agustus 2026 19:11
Darmawangsyah Muin Ajak Kader Gerindra Sulsel Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan memanfaatkan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai ajang...
News06 Agustus 2026 19:09
Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial yang Harmonis
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat hubungan industrial yang harmonis melalui sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 20...