Logo Sulselsatu

Pemkot Bandung Endus Keberadaan Sunda Empire

Asrul
Asrul

Jumat, 17 Januari 2020 12:59

istimewa
istimewa

BANDUNG – Pemkot Bandung menelusuri keberadaan kelompok yang mengatasnamakan diri Sunda Empire-Earth Empire yang menggegerkan dunia maya.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Ferdi Ligaswara menyatakan kelompok Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE) tidak terdaftar sebagai mitra Pemerintah Kota Bandung.

Baca juga: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire

Baca Juga : VIDEO: Jenderal Tentara Negara Kekaisaran Sunda Nusantara Kena Razia

“Pertama, saya baru tahu soal itu. Setelah dicek, tidak terdaftar juga di Kesbangpol,” kata Ferdi seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (17/1/2020).

Namun, Ferdi mengatakan pihaknya akan menelusuri keberadaan kelompok tersebut. Terutama terkait informasi yang tersebar di media sosial apakah faktual, aktual, atau sudah terjadi jauh sebelumnya. “Tentunya ini akan ditelusuri,” ujarnya.

Ferdi menyampaikan organisasi atau kelompok manapun tak boleh keluar dari aturan dan konteks ketatanegaraan yang berlaku.

Baca Juga : Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire

“Yang jelas dalam aturan bahwa kita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah ada aturan ketatanegaraan, tidak ada negara dalam negara. Kita sesuaikan dengan konteks aturan,” ujarnya.

Sebuah unggahan terkait keberadaan Sunda Empire dibagikan oleh akun Facebook Yuni Rusmini pada Kamis (16/1).

Dia menunjukkan kegiatan Sunda Empire berdasarkan postingan dari akun Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019. Hanya saja unggahan yang dimaksud di akun Renny Khairani Miller sudah tak ada.

Dalam unggahannya, Yuni melampirkan tangkapan layar unggahan Renny berisi tentang Sunda Empire-Earth Empire. Tampak beberapa foto kegiatan Sunda Empire itu, beberapa di antaranya ada yang mengenakan seragam hijau lengkap dengan baret berwarna biru.

Sebelumnya, di Kabupaten Purworejo, keberadaan Keraton Agung Sejagat mendadak ramai diperbincangkan warganet di media sosial twitter. Keraton itu mengklaim sebagai kerajaan penguasa penerus Majapahit.

Namun raja dan ratu Keraton itu telah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan. Para pengikut Keraton Agung Sejagat diwajibkan membayar uang Rp3 juta sebagai biaya pendaftaran anggota kerajaan dan diiming-imingi hidup yang lebih baik.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....