SULSELSATU.com, BARRU – Sejumlah anak muda di Barru menggarap sebuah film berjudul Tulang Panggung Tulang Rusuk.
Sutrada, pemain dan kru film Tulang Punggung Tulang Rusuk semua diisi oleh talenta anak muda Barru yang punya keinginan kuat dalam membuat film bertaraf nasional.
Sutradara, Produser, dan Sinematografer film Tulang Punggung Tulang Rusuk, Abdul Qahar Al Asri mengatakan pemberian judul Tulang Punggung Tulang Rusuk berdasarkan pada tema yang diangkat, yaitu hakikat kasih sayang, tanggung jawab, dan siri’.
Awalnya film ini berjudul Someone, singkatan dari Samdudding dan Wawan, namun atas pertimbangan bahwa film ini untuk semua kalangan, dikhawatirkan ada kekeliruan dalam membaca dan memahami kata berbahasa asing meskipun itu hanya sebuah plesetan singkatan dan nantinya bisa diterima oleh semua kalangan.
“Ini bukan film saya pribadi, saya hanya inisiator, tetapi eksekutornya adalah pemuda Barru yang kreatif. Motivasi membuat film ini, berangkat dari sebuah kalimat motivasi kita bisa, terlebih SDM pemuda Barru itu lengkap, film kreator, fotografer, seniman musik berbagai aliran, aktor teater, penari, semua ada, maka kita inisiatif untuk membuat film Tulang Punggung Tulang Rusuk ini,” kata Qahar kepada Sulselsatu.com, Rabu (22/1/2020).
Semua pemain tidak serta merta berkumpul, tapi tetap melalui proses casting dan tetap diberikan materi perfilman terutama terkait proses suting filmnya, mencari objek yang pas untuk film ini dan hampir tempat pembuatan filmnya diambil di lokasi wisata.
“Saya melatih mereka dalam workshop akting, mereka mendapatkan materi latihan akting, pendalaman karakter, olah vokal, olah tubuh serta mimik, teknik camera blocking, dan reading. Dan yang kami syukuri, Barru memiliki studio alam yang luar biasa serta lokasi wisata yang indah sehingga paling banyak kami bermain di lokasi wisata,” lanjut Qahar.
Qahar mengaku kendala dalam pembuatan film ini adalah finansial dan syarat administratif yang ketat untuk ditayangkan di bioskop. Tapi ia optimis bahwa medium penanyangan saat ini bisa dilakukan di mana saja, sehingga film ini nanti akan tayang di salah satu gedung di Kabupaten Barru.
“Sementara ini kami masih proses syuting, tapi kami sudah rilis teasernya. Dulu target awalnya tayang di bioskop, tentu itu berkelas, namun kita menyadari tentang finansial dan syarat administratif yang ketat. Gagasan ide film ini sebenarnya sudah cukup lama, sekitar empat atau lima tahun lalu, ya semoga tahun ini bisa rampung,” harap Qahar.
Penulis: Asriadi Rijal
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar