Logo Sulselsatu

Pemkot Parepare Akomodir Warga Tak Terdata BDT Lewat Bantuan Usaha

Asrul
Asrul

Kamis, 23 Januari 2020 22:00

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Beragam aspirasi masyarakat yang muncul dalam tiga hari pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2021 tingkat kelurahan di Parepare, Kamis (23/1/2020).

Di antaranya yang dipertanyakan warga adalah Basis Data Terpadu (BDT). Seperti yang muncul di Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, warga mempertanyakan apakah yang tidak terdata di BDT tapi dinilai layak mendapat bantuan tetap bisa terakomodir.

Pertanyaan serupa juga muncul di Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, apakah mereka yang tidak terdata di BDT tidak bisa menerima bantuan.

Baca Juga : Wabup Darmawangsyah Minta Pemuda Jadi Ujung Tombak Pembangunan di Gowa

Dalam Musrenbang di Kelurahan Ujung Bulu, perwakilan Dinas Perdagangan (Disdag) Parepare menyebut, bagi masyarakat yang ingin memperoleh bantuan namun tidak tercover di BDT, Pemkot melalui Disdag menyiapkan bantuan usaha.

“Namanya bantuan peningkatan kapasitas usaha. Syaratnya, bikin kelompok usaha tapi bukan usaha pemula. Usaha yang sementara berjalan tapi mau ditingkatkan produksinya. Namun harus disahkan oleh kelurahan untuk membuktikan bahwa benar adalah pelaku usaha, bukan usaha jadi-jadian. KUB, kelompok usaha bersama namanya,” ungkap perwakilan Disdag.

Di Kelurahan Lompoe, Koordinator Tim IV dari Bappeda Parepare, Syarifullah menjawab pertanyaan warga soal BDT bahwa penerima bantuan harus tercover di BDT.

Baca Juga : Musrenbang Tematik Gowa Bahas Penanganan Stunting dan Miskin Ekstrem

Terutama pada penerima bantuan melalui Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan mutlak harus terdata di BDT.

“Bagi warga yang belum terdata di BDT namun mendapatkan usulan selaku penerima manfaat atau bantuan, bisa diarahkan ke SKPD lain, di luar dari tiga SKPD tadi,” imbuh Syarifullah yang juga Kasubag Program dan Keuangan Bappeda Parepare.

Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) adalah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk perencanaan program dan mengidentifikasi nama dan alamat calon penerima bantuan sosial, baik rumah tangga, keluarga maupun individu berdasarkan pada kriteria-kriteria sosial-ekonomi yang ditetapkan oleh pelaksana program.

Baca Juga : Pemkab Gowa Libatkan Anak, Perempuan Hingga Disabilitas dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

Penulis: Andi Fardi
Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...