Logo Sulselsatu

Perhatian! Riset Ahli Patologi IPB Nyatakan Kalong Soppeng Mengandung Corona

Asrul
Asrul

Jumat, 31 Januari 2020 15:31

istimewa
istimewa

JAKARTA – Penemuan mengejutkan datang dari hasil riset sementara ahli patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Drh Agus Setiyono bahwa kelelawar mengandung virus-virus berbahaya termasuk corona.

Penelitian ini turut menggandeng Research Center for Zoonosis Control (RCZC), Hokkaido University, Jepang. Dalam penelitian itu, Agus bersama mitranya dari RCZC meneliti sampel-sampel kalelawar buah di sejumlah daerah habitat mamalia bersayap itu di Indonesia, antara lain Bukittinggi, Bogor, Panjalu (Ciamis), Gorontalo, Manado, dan Soppeng (Sulawesi Selatan).

Taman Kalong Soppeng. (int)

Baca Juga : VIDEO: Virus Corona Ada di Buku Paket IPA Tahun 2017, Katanya Tidak Berbahaya

Hasilnya, berdasarkan keterangan tertulisnya seperti dikutip dari Vivanews, kalelawar-kalelawar di Indonesia itu mengandung virus-virus berbahaya, antara lain coronavirus, bufavirus, polyomavirus, alphaherpesvirus, paramyxovirus, dan gammaherpesvirus.

Menurutnya, mengonsumsi kelelawar buah dapat berisiko terpapar virus corona bila preparasi kelelawar menjadi bahan makanan dilakukan secara kurang tepat.

Virus corona dapat berada di dalam tubuh kelelawar tanpa menimbulkan persoalan bagi kelelawar dan virus itu tidak secara khusus hidup di dalam kelelawar buah.

Baca Juga : Cegah Virus Corona, Shalat Idul Fitri di Lutra Terapkan Protkes

“Hewan lain juga memiliki kemungkinan menjadi induk semang virus ini,” ujarnya.

Letak geografis kelelawar buah, katanya mengingatkan, tidak menjadi penentu penyebaran virus, karena virus itu secara umum terdapat pada kelelawar buah di mana pun. Jadi, bukan hanya di Wuhan. Karena itu, ada potensi wilayah Indonesia terinfeksi virus corona, karena kelelawar terbang sangat jauh dan dapat berpindah tempat tinggal (habitat), mengikuti musim buah sebagai makanan pokoknya.

kelelawar memiliki sistem imun yang unik. Ada berbagai virus yang berdiam dalam tubuhnya, dan bukan hanya virus corona, tapi banyak lagi patogen yang berpotensi zoonosis (penyakit yang secara alami dapat menular dari hewan vertebrata ke manusia atau sebaliknya). Dan hal ini tidak ‘dihalau’ sebagai benda asing oleh kelelawar,” katanya.

Baca Juga : Alhamdulillah, Pasien Sembuh Covid-19 di Lutim Jadi 1.379 Orang

Dia menyarankan beberapa langkah pencegahan terhadap serangan virus corona. Pertama, tidak bersentuhan dengan kelelawar, langsung maupun tidak langsung. Kedua, tidak memakan buah sisa masak pohon yang digerogoti kelelawar, meskipun biasanya ini yang paling manis. Ketiga, sebaiknya bagi sebagian masyarakat dengan budaya mengonsumsi sayur atau lauk dari kelelawar mulai mempertimbangkan kembali untuk melanjutkan mengonsumsi kelelawar.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum27 Juli 2026 15:49
Kasus Bibit Nanas, Lima Tersangka Segera di Sidang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPH-Bun) Sulawesi...
Politik27 Juli 2026 15:37
Tatap Pemilu 2029, Golkar dan Kosgoro Sulsel Bidik 62 Persen Pemilih Muda
SULSELSATU.com, MAKASSAR — DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan bersama Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulsel mulai menyusun strategi b...
Makassar27 Juli 2026 14:14
Asmo Sulsel Touring Explore Pinrang Bersama Dealer dan Mitra Finance
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar Touring Explore Pinrang yang diikuti sekitar 30 peserta dari jaringan dealer Honda dan mitra fina...
Sulsel27 Juli 2026 13:35
Daya Motor Palopo Pererat Kebersamaan Masyarakat Luwu Timur Lewat Turnamen Domino
Daya Motor Palopo, salah satu dealer sepeda motor Honda di bawah naungan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar turnamen domino yang dii...