Logo Sulselsatu

Tokoh Agama di Makassar Minta Kasus Pengrusakan Masjid di Sulut Tak Dibesar-besarkan

Asrul
Asrul

Sabtu, 01 Februari 2020 20:58

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Poros Pemuda Indonesia (PPI) menggagas Deklarasi Pemuda dan Mahasiswa Sulsel Cinta Damai menyikapi insiden perusakan rumah ibadah di Kelurahan Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Hadir sebagai narasumber antara lain, Wakil Sekretaris Tanfiziah NU Kota Makassar Bambang S Pratomo, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulsel Muhammad Farid, Ketua HMI Cabang Gowa Raya Ardiansyah, Gerakan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (GMKI) Makassar Risal Dwi Putra, tokoh agama DR Abdul Wahid, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fathur, Perhimpunan Ummat Budha Indonesia Hema Jayo, serta Ketua Poros Pemuda Indonesia Sulsel (PPI) Taqwa Bahar.

Tokoh agama, Abdul Wahid menjelaskan insiden perusakan rumah ibadah seperti yang terjadi di Kelurahan Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, merupakan sebuah kesalahpahaman dan tidak harus dibesar-besarkan sehingga merusak nilai kesatuan dan persatuan bangsa.

“Saya rasa kejadian di Minahasa Utara sudah menjadi menu diskusi di berbagai tempat. Untuk itu diperlukan konsensus yang meredam atau memberikan solusi supaya keragaman ini terus terjaga. Seperti yang dilakukan Poros Pemuda Indonesia selama ini sebagai garda terdepan menjaga keberagaman,” ujar Abdul Wahid di Warkop Alira, Makassar, Sabtu (1/2/2020).

Apalagi, Abdul Wahid melihat salah satu pemicu terjadinya perusakan rumah ibadah tersebut adalah kesalahpahaman. Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh pihak agar tidak terlalu berlebihan merespon apalagi dengan mengeluarkan statement yang bisa merusak bangsa.

“Kita tidak perlu reaktif, apalagi kalau tidak tahu masalah. Mari kita dudukkan persoalan ini secara objektif dan proporsional. Apalagi ini negara hukum, ayo kita serahkan ke pihak berwajib untuk menyelesaikan,” terang Abdul Wahid.

Sementara itu, Wakil Sekertaris Tanfiziah Nahdlatul Ulama Kota Makassar Bambang Sampurno Pratomo menegaskan apapun peristiwa yang bisa menggangu keutuhan negara sangat penting untuk senantiasa dinetralisir di masyarakat. Seluruh pihak harus memberikan pencerahan.

“Ada pihak tertentu yang ingin mengganggu harmonisasi bangsa ini melalui kejadian di Minahasa Utara. Ini harus segera dinetralisir agar tidak memperlebar kesalahpahaman,” sebutnya.

Adapun perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (GMKI) Makassar Risal Dwi Sapoetra, merasa sangat terhormat diundang dalam forum deklarasi damai yang digelar Poros Pemuda Indonesia (PPI).

“Kehadiran kita dalam acara hari ini punya semangat dan visi yang sama dalam merawat kebhinekaan. Kami sudah berkoordinasi dengan orang disana (Minahasa Utara) rupanya sudah diamankan dan ditangani pihak berwajib,” katanya.

Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...