Logo Sulselsatu

Tips Mencegah Penyakit Jantung di Usia Muda seperti yang Dialami Ashraf Sinclair

Asrul
Asrul

Selasa, 18 Februari 2020 13:59

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ashraf Sinclair, suami penyanyi sekaligus aktris Bunga Citra Lestari (BCL) meninggal dunia, Selasa (18/2/2020). Ia tutup usia di umur 40 tahun akibat serangan jantung.

Rekan-rekan sesama selebritas dibuat terkejut karena usia aktor film dan sinetron ini tergolong muda.

Penyakit jantung memang kerap disebut sebagai silent killer, sebab bisa menyerang siapa pun dan kapan pun hingga mengakibatkan kematian. Beberapa dekade lalu, penyakit ini memang lebih banyak dilatari faktor usia. Yakni pada pria sekitar di atas 50 tahun sementara perempuan pada usia di atas 65 tahun.

Baca Juga : Tidak Selalu Berkaitan dengan Jantung, Ini Fakta Tentang Tangan yang Sering Berkeringat

Tapi studi terbaru menunjukkan orang-orang yang masih muda justru rentan pula terserang jantung. Mereka berusia antara 20 hingga 40 tahun.

Beberapa penyebabnya menurut laman Health Cleve and Clinic, adalah gaya hidup dan diabetes. Ahli jantung Luke Laffin mengatakan faktor terbesar meningkatnya risiko serangan jantung pada usia muda adalah diabetes.

Lantas bagaimana mencegah serangan jantung pada usia muda?

Baca Juga : Jangan Kendor, Simak Tips Menjaga Kesehatan di Musim Penghujan

Dulu, gagasan yang mengemuka adalah bagaimana mencegah serangan jantung kedua atau susulan setelah terjadi serangan jantung pertama. Tapi pendapat ini bergeser. Kini pencegahan utama dilakukan dengan lebih memperhatikan gaya hidup, mulai dari makan makanan bergizi, tidak merokok, mengelola stress, olahraga secukupnya dan menjaga tekanan darah.

Anda juga disarankan konsisten menjaga pola hidup sehat dan berhati-hati memilih jenis makanan. Beberapa jenis makanan yang berkontribusi mengakibatkan diabetes misalnya makanan cepat saji.

Untuk mencegah diri agar terhindar dari serangan jantung, ada baiknya Anda juga mengetahui sejumlah perilaku yang memicu penyakit tersebut. Beberapa yang patut diwaspadai adalah obesitas, pola makan yang buruk dan kurang olahraga, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, dan riwayat kesehatan keluarga.

Baca Juga : Tips Puasa Tetap Lancar di Masa Pandemi Covid-19

Bila Anda termasuk orang-orang yang berisiko, misalnya dari penyakit jantung bawaan keluarga, maka sadari sejak awal. Laffin mengatakan, perlu deteksi gejala dan pengakuan yang jujur.

“Tidak malah mengingkari dan mengatakan, ‘ah saya masih terlalu muda’. Ketika kita kini tahu bahwa sebagian besar serangan jantung dialami orang dengan usia muda, maka penting untuk melakukan konsultasi personal berdasar faktor risiko,” sambung Laffin.

Pedoman kesehatan merekomendasikan orang berusia 20 hingga 39 tahun tanpa risiko penyakit bawaan, juga perlu melakukan penilaian kesehatan jantung dan pembuluh darah secara berkala. Sementara mereka yang memiliki risiko genetik atau keturunan, disarankan sedini mungkin berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga : Mentang-mentang Imlek, Jangan Kebanyakan Makan Kue Keranjang Ya!

Inti utamanya, adalah pencegahan. Penting untuk memahami faktor risiko serangan jantung, entah itu dari tekanan darah, lingkar pinggang atau pertanda lain. Kemudian bergegaslah memperbaiki pola hidup.

“Apapun yang bisa kita lakukan sejak dini, semakin baik. Kita perlu membiasakan diri, dan anak-anak kita, terutama soal obesitas. Kita harus waspada dengan faktor risiko serangan jantung mengingat, tingkat serangan jantung pada usia muda terus meningkat,” ungkap Laffin.

Dia menambahkan, kini tak cukup banyak anak muda yang sadar dan justru tak menganggap serius faktor risiko tersebut.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mengatasi Stres Bagi Ibu Hamil di Masa Pandemi?

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...