SULSELSATU.com, SINJAI – Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Investasi 2020 yang digelar di Pacific Place, Jakarta.
Andi Kartini mengaku, menyambut baik keinginan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk mempermudah investasi di seluruh wilayah Kesatuan Rebublik Indonesia.
Menurutnya, Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2020 yang bertajuk “Investasi untuk Indonesia Maju” ini memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memangkas jalur birokrasi yang selama ini menghambat investasi untuk masuk ke daerah.
Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran
“Sesuai arahan Bapak Presiden, arus modal harus banyak yang masuk ke daerah sehingga pertukaran uang di daerah meningkat dan tentu saja ekonomi daerah akan meningkat. Intinya itu ada pada investasi,” ungkapnya, Jumat (21/2/2020).
Olehnya itu, Kartini menambahkan bahwa Presiden Jokowi mengimbau agar pemerintah pusat dan daerah harus berkolaborasi dalam meningkatkan investasi. Selain pendekatan regulasi, peningkatan investasi tentunya harus dibarengi dengan sejumlah pendekatan lainnya.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia yang tampil memukau presiden dan peserta saat memberikan sambutan. Dia mengatakan, berbagai kendala yang selama ini dialami investor akan diselesaikan.
Baca Juga : Terang yang Dinanti, Perjuangan Ismail Bachtiar Menjawab Aspirasi dari Pegunungan Sinjai
“Hal ini bukanlah isapan jempol belaka, saya yang diberi tugas menyelesaikan persoalan investasi di Banten yang sudah hampir 4 tahun mangkrak bisa diselesaikan hanya dalam waktu dua pekan,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, investor yang akan masuk ke daerah akan dibantu perizinannya oleh pemerintah, dan pihak investor harus menggandeng perusahaan lokal yang ada di daerah agar investasi bukan hanya pada kepentingan investor saja, tapi juga kepentingan anak daerah, sehingga ada kolaborasi pemerintah, investor dan masyarakat setempat.
Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar