Logo Sulselsatu

Usai Buat Kontoversi, Kepala BPIP Mau Puasa Satu Tahun di Media

Asrul
Asrul

Sabtu, 29 Februari 2020 17:12

Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi dan Presiden Jokowi. (int)
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi dan Presiden Jokowi. (int)

SLEMAN – Usai bikin kontoversi terkait agama dan Pancasila, Kepala BPIP Prof Yusran Wahyudi mengaku akan puasa bicara kepada media selama satu tahun.

Yudian menyebut pihaknya kini tengah belajar untuk berkomunikasi dengan media. Saat ini, pernyataan resmi dari BPIP akan disampaikan melalui humas BPIP.

“Saya harus belajar dulu, harus pakai humas harus pakai draft, ini demi kebaikan yang lebih baik. Jadi mohon maaf ini (tidak memberi keterangan),” kata Yudian usai menghadiri dialog kebangsaan dan launching buku ‘Ulama dan Negara-Bangsa’ di Gedung Prof Sunarjo, UIN Sunan Kalijaga, Sleman, Sabtu (29/2/2020).

Baca Juga : Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ditunjuk Jadi Kepala BPIP yan Baru

Dia menambahkan puasa bicaranya ini kemungkinan akan berlangsung selama setahun. Mengingat ia memerlukan waktu untuk belajar dan mengamati situasi kondisi sebelum memberikan pernyataan kepada publik.

“Ya kira-kira setahun lah saya belajar dulu. Intinya saya harus belajar dulu, mengamati dulu. Nanti rencananya kalau ada gini (doorstop) harus pakai draft, agar saya katakanlah tidak mudah terpeleset lah. Ini demi kebaikan Republik,” ujar Yudian.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPR mengingatkan Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi untuk berhati-hati dalam membuat pernyataan. Yudian bahkan diminta tidak lagi membuat pernyataan di media.

Hal itu mengemuka dalam rapat kerja BPIP dengan Komisi II, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2). Anggota Komisi II F-PDIP Johan Budi meminta Yudian fokus pada tugasnya sebagai Kepala BPIP dan tidak memberi pernyataan ke media. Johan bicara dalam konteks membahas kontroversi pernyataan Yudian soal hubungan agama dan Pancasila.

“Karena itu lebih baik Bapak menyerahkan statement dan lain sebagainya itu kepada, mungkin ada humasnya ya, ada juru bicaralah, Pak. Bapak lebih fokus kepada tugas sebagai Kepala BPIP saja, yang memberi laporan kepada Presiden, karena mandatnya adalah itu,” kata Johan.

“Ini saya lihat ada Romo Benny (Stafsus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo) yang juga biasa bicara dengan media. Mungkin bisa menugaskan Romo Benny atau Deputi daripada nganggur, nggak ada kerjaan,” imbuhnya.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...