Logo Sulselsatu

Pemerintah Bakal Impor 60 Ribu Ton Bawang Putih dari Negara Sumber Corona

Asrul
Asrul

Kamis, 12 Maret 2020 17:56

Ilustrasi. (Int)
Ilustrasi. (Int)

JAKARTA – Keran impor RI terbuka lebar di bawah kendali Kementerian Perdagangan (Kemendag). Setelah bawang bombay dan gula, pemerintah juga akan impor bawang putih sebanyak 60 ribu ton dari China.

Pemerintah berdalih, impor bawang putih dilakukan untuk meredam lonjakan harga pada Ramadan mendatang.

Mendag Agus Suparmanto mengatakan, jumlah impor yang diberikan tersebut lebih rendah dari target sebelumnya yang mencapai 90 ribu ton. Agus mengatakan pihaknya akan menerbitkan izin impor secara bertahap.

Baca Juga : 260 Ribu Ton Gula Impor Tiba Akhir Bulan Ini di RI

“Ini kan ada proses. Dalam proses ada rekomendasi, tapi bukan serta merta angka yang keluar dengan volume yang sama,” kata Agus di Jakarta seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (12/3/2020)

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Agus mengatakan bahwa pihaknya menargetkan menerbitkan izin impor bawang putih sebanyak 90 ribu ton. Menurutnya, jumlah izin impor komoditas itu sesuai dengan permohonan yang diterima kementerian melalui sistem Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RPIH) Kementerian Pertanian.

Sementara, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan izin impor bawang putih yang sudah keluar mencapai 34.825 ton sampai Jumat (6/3) lalu. Jumlah itu meningkat dari posisi Rabu (4/3) yang sebanyak 25.800 ton.

Baca Juga : Pemerintah Bakal Impor 2 Ribu Ton Bawang Bombay dari Selandia Baru

Impor bawang putih ini didatangkan dari China. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan meyakini bawang putih dari Negeri Tirai Bambu tidak menjadi perantara virus corona atau Covid-19.

Lagi pula, tidak ada larangan untuk mengimpor bahan pangan dari China asalkan bukan binatang hidup. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari China.

Di samping itu, pemerintah juga akan segera mengimpor beras dalam waktu dekat guna menjaga pasokan di dalam negeri. Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Edi Prio Pambudi menyatakan konsumsi beras setiap Ramadan meningkat dari bulan-bulan biasanya.

Baca Juga : Parepare Terima Penghargaan Sertifikat SNI Pasar Rakyat dari Kementerian Perdagangan

Hanya saja, ia enggan menjelaskan lebih lanjut jumlah impor beras yang akan dilakukan. Pasalnya, rencana ini masih dikaji dengan kementerian/lembaga (K/L) lain.

“Detailnya di Perum Bulog yang paham. Yang jelas, kami tidak coba untuk membatasi berapa, yang penting kalau kebutuhannya segitu, akan dipermudah,” pungkas Edi.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 Mei 2026 13:20
Appi Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Inklusif untuk Semua ‎
SULSELSATU.com, ‎MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di Lapangan...
News02 Mei 2026 12:10
Dirut Pelindo Tekankan HSSE dan Sinergi Operasional Saat Kunjungi Regional 4
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelindo Regional 4, Jumat (1/5/2026)....
Pendidikan02 Mei 2026 11:00
Mubes IKA Unhas Resmi Dimulai, Ramli Rahim: Mayoritas Dukung Amran Sulaiman Kembali Jadi Ketum
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton ...
News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....