Logo Sulselsatu

Corona Bikin Was-was, DPR Minta Kemendikbud Liburkan Sekolah

Asrul
Asrul

Jumat, 13 Maret 2020 23:31

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Penyebaran virus corona kian mengkhawatirkan. Sejak diumumkan kasus pertama, jumlah pasien positif corona di Indonesia sudah mencapai 69 kasus.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendesak Kemendikbud untuk menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah.

“Kami menilai kondisi ini sudah mengkhawatirkan. Ekskalasi penyebaran COVID-19 kian massif dari hari ke hari. Agar tidak terjadi kondisi seperti di Italia, Iran, dan Korea Selatan, kami mendesak agar semua aktivitas sekolah diliburkan untuk sementara waktu hingga situasi penyebaran virus mereda,” ujar Huda dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/3/2020).

Baca Juga : Dirgahayu Republik Indonesia, Ini 8 Langkah Nyata BRI Dukung Bangsa Semakin Berdaulat, Sejahtera dan Maju

Hingga Jumat sore (13/3), pukul 18.00 WIB jumlah positif corona di Indonesia mencapai 69 orang. Dua di antaranya masih berusia di bawah lima tahun (balita).

Huda menjelaskan pola penyebaran COVID-19 di Tanah Air kian acak.

Dia mencontohkan ada beberapa kasus positif corona yang mana tidak diketahui mereka terjangkit dimana dan oleh siapa.

Baca Juga : VIDEO: Presiden Prabowo Saksikan Langsung Kemenangan Indonesia atas Bahrain 1-0

Apalagi ada informasi jika ada pasien positif corona yang melarikan diri dari proses isolasi.

“Kami sangat khawatir dengan pola persebaran yang tidak terindentifikasi ini. Jika wabah ini sampai ke pusat-pusat kegiatan belajar mengajar maka dampaknya akan sangat fatal,” kata dia.

Di sisi lain, Huda mengkritisi terkait protokol pencegahan COVID-19 di pusat-pusat Pendidikan.

Baca Juga : KJS Kembali Gelar Apresiasi Media Sekaligus Nobar Indonesia Vs Bahrain

Menurut legislator itu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan lima belas poin protoKol penyebaran COVID-19 di sekolah-sekolah. Di antaranya penyediaan cairan cuci tangan, penyemprotan disinfektan di benda dan tempat tertentu, hingga pengurangan aktivitas sentuhan fisik.

Hanya saja hingga saat ini masih jarang sekolah yang benar-benar menerapkan protokol tersebut.

“Harusnya ada pengawasan yang intensif sehingga protokol tersebut bisa berjalan di lapangan. Kalau ada kendala dana terkait penyediaan disinfektan atau sarana lain pemerintah harus segera menanganinya. Sekali ini kondisi darurat sehingga harus ada antisipasi ekstra termasuk penyediaan anggarannya,” tukas dia.

Baca Juga : Dirgahayu RI ke-79, Berikut Sederet Kontribusi BRI Untuk Negeri

Politikus PKB tersebut mengatakan ancaman COVID-19 benar-benar nyata dan harus ada tindakan ekstrim utamanya untuk menyelamatkan anak-anak peserta didik di Tanah Air.

“Dengan pola persebaran yang acak, lalu belum berjalannya protokol pencegahan COVID-19 di sekolah-sekolah secara intensif, maka kami mendesak agar pemerintah mulai mempertimbangkan opsi belajar di rumah bagi seluruh peserta didik hingga persebaran COVID-19 benar-benar terkendali di Tanah Air,” kata Huda.

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Indonesia Negara Kedua yang Dilanda Gempa Bumi Terbanyak di Dunia

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...