Logo Sulselsatu

Apindo Rumuskan Strategi Pengusaha Hadapi Krisis

Asrul
Asrul

Sabtu, 14 Maret 2020 22:25

Rapat pleno Pengurus DPP Apindo Sulsel di Hotel Claro, Sabtu (14/3/2020) sikapi turbelensi ekonomi di tengah kecemasan corona dan isu RUU Omnibus Law. (ist)
Rapat pleno Pengurus DPP Apindo Sulsel di Hotel Claro, Sabtu (14/3/2020) sikapi turbelensi ekonomi di tengah kecemasan corona dan isu RUU Omnibus Law. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kondisi perekonomian nasional mengalami turbulensi pascamewabahnya virus Covid-19 (Corona). Ini diperparah penolakan besar-besaran masyarakat terhadap kebijakan Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law yang dianggap merugikan buruh.

Jika tak tertangani dengan baik, masalah tersebut menjadi ancaman serius bagi dunia usaha. Terlebih jika pemerintah dan pengusaha tidak melakukan kolaborasi.

Hal ini menjadi pembahasan dalam Rapat Pleno Pengurus Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel 2020 yang digelar di Hotel Claro, Sabtu (14/3/2020). Rapat yang dipimpin Ketua Apindo Sulsel, Latunreng ini dihadiri para dewan pakar, dewan penasihat, dan wakil ketua.

Baca Juga : APINDO Sulsel Gelar CIMB Niaga Golf Tournament 2024 Berhadiah Rp3,5 Miliar

Latunreng menyebutkan, rapat ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan terbatas dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk menjadi masukan abgi pemerintah bagaimana saling sinergi dengan pengusaha. Masalah virus corona telah merugikan pemerintah dan pengusaha. Satu hal yang paling terasa adalah berkurangnya secara drastis tingkat kunjungan wisatawan dari negara lain.

“Sektor yang paling berpengaruh dari mewabahnya virus corona adalah pariwisata dan pengusaha makan minum. Akibatnya, pemasukan dari sektor wisatawan anjlok. Wisatawan asing tidak mau ke Indonesia. Pengusaha juga jadi tidak punya pemasukan,” kata Latunreng.

Sekretaris Apindo Sulsel, Yusran Ib Hernald menambahkan, masalah pengusaha ditambah dengan munculnya penolakan buruh dan masyarakat terhadap RUU Omnibus Law. Rencananya, undang-undangan ini bertujuan untuk merampingkan regulasi yang saling tumpang tindih dan merugikan pengusaha.

Baca Juga : Grup Astra Makassar Raih Penghargaan dari DPP APINDO Sulsel Atas Komitmen Dukung UMKM

“Padahal RUU Omnibus Law ini bisa bisa memangkas semua aturan yang tumpang tindih dan menyusahkan pengusaha. Kalau ini terjadi maka jika pengusaha sejahterah maka karyawannya juga pasti sejahtera,” tambah Yusran.

Anggota Dewan Pakar Apindo Sulsel, Kwandi Jita mengatakan sebelum mewabahnya virus corona, kondisi perekonomian Indonesia cukup baik. “Indikatornya bisa dilihat dari membaiknya kurs rupiah terhadap dollar AS. Saat itu, dollar berkisar Rp13.000an. Tapi setelah ada virus corona, dollar mendekati Rp15.000,” ungkap Kwandi.

Wakil Ketua Apindo Sulsel, Riman S Duyo, menambahkan, dampak mewabahnya virus corona membawa pengaruh sangat besar. Terjadi penurunan transaksi di PT Pelindo IV sebesar 9 persen.

Baca Juga : Produk Binaan PPM PT Vale Hadir di Sentra UMKM Apindo Sulsel

“Tapi dampak yang paling besar adalah kebijakan pemerintah China untuk menghentikan impor batubara. AKibatnya, terjadi koreksi harga batubara sehingga makin menyulitkan para pengusaha,” tutur Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV ini.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Apindo Sulsel, Yonggris berharap agar pemerintah memberi perhatian lebih dalam masalah ini. “Saat ini pemerintah telah memberikan stimulus yang baik bagi dunia usaha, utamanya di sektor keuangan dan perbankan. Meskpun begitu, pemerintah harus bisa memberikan rasa tenang dan aman agar masyarakat tidak menjadi panik,” kuncinya.

Rektor Unifa, Muliyadi Hamid menyampaikan, menghadapi situasi saat ini, perguruan tinggi berupaya untuk bisa menyiapkan ketersediaan tenaga kerja yang mumpuni bagi dunia usaha. Salah satu kebijakan kementerian pendidikan adalah memberikan kesempatan yang besar kepada para mahasiswa untuk bisa merasakan dunia kerja.

Baca Juga : Wali Kota Danny Pomanto Hadiri Peresmian Kantor Baru APINDO Sulsel

“Kebijakan kementerian pendidikan memberikan kesempatan pada mahasiswa merasakan suasana dunia kerja. Ini bisa menjadi peluang dunia usaha untuk memanfaatkan mahasiswa yang berencana magang ke perusahaan karena akan terjadi simbiosis mutualisme. Hanya kadang tidak ketemu standar kebutuhan perusahaan dengan kualifikasi mahasiswa yang dibutuhkan untuk tenaga kerja,” ungkapnya.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Agustus 2026 13:54
Pemilahan Sampah Sejak 2025, RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Berbasis Kolaborasi Warga
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Budaya memilah sampah di RT 04/RW 07 Cluster Berlian Permata, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, telah diterapk...
Metropolitan04 Agustus 2026 12:31
Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Makassar, Pakar: Bukan Lagi Imbauan, Melainkan Kewajiban Hukum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman...
Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...