Logo Sulselsatu

Pemkot Parepare Bakal Siapkan Anggaran Khusus Penanganan Covid-19

Asrul
Asrul

Kamis, 19 Maret 2020 19:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menyiapkan skenario penganggaran penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melalui revisi APBD 2020.

Pandemi Covid-19 dinyatakan sebagai Status Tanggap Darurat Bencana Nasional non-Alam, dan Pemkot Parepare terus bergerak masif dalam upaya pencegahan penularan virus Corona di Parepare.

Termasuk masalah Alat Pelindung Diri (APD) yang kini stoknya terbatas di RSUD Andi Makkasau, dipikirkan Pemkot Parepare.

Baca Juga : VIDEO: Kebakaran Lahan Kosong di Belakang Kantor Dispora Parepare

Sekda Kota Parepare yang juga selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Iwan Asaad mengatakan, melalui revisi APBD itu dapat dilakukan penambahan anggaran tak terduga karena sifatnya sudah merupakan keadaan darurat.

“Atau menggeser anggaran pada pos bidang kesehatan dengan melakukan penangguhan anggaran yang dapat ditunda,” ungkap Iwan Asaad yang juga mantan Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Kamis (19/3/2020).

Soal besaran anggaran untuk penanganan virus Corona, menurut Iwan, adalah tugas RSUD Andi Makkasau sebagai RS Rujukan yang ditunjuk oleh Pusat untuk menghitungnya.

Baca Juga : Tiba di Parepare, Pj Gubernur Sulsel Tebar Benih Udang Vaname dan Tanam Pisang Cavendish

“Selanjutnya hasil hitungannya dilaporkan ke Pak Wali Kota melalui TAPD,” kata Iwan.

Terkait Alat Pelindung Diri (APD) yang stoknya terbatas di Parepare, Iwan mengatakan, memungkinkan diintervensi Pemkot sepanjang Pemerintah Pusat tidak menyiapkan dalam jumlah cukup.

“Tapi ini sekali lagi, perlu dikomunikasikan dengan Kemenkes via Dinas Kesehatan Sulsel karena APD diperlukan banyak sebab status RS Rujukan yang ditunjuk oleh Pusat,” ujarnya.

Baca Juga : VIDEO: Capres Anies Baswedan Bakal Hadiri Kampanye di Parepare

Wakil Ketua DPRD Parepare, M Rahmat Sjamsu Alam mengatakan, dalam hal tertentu yang sifatnya emergency atau berdampak kepada masyarakat, Kepala Daerah dapat membuat kebijakan penganggaran yang biasa disebut SK Parsial dengan persetujuan DPRD.

“Dengan persetujuan ini maka Kepala Daerah dapat langsung melakukan perubahan penjabaran ABPD sehingga secara otomatis akan masuk dalam APBD Perubahan,” kata Rahmat yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Parepare.

Kenapa harus persetujuan DPRD, kata Rahmat, agar saat pembahasan APBD Perubahan anggaran tersebut tidak dapat diganggu.

Baca Juga : VIDEO: Pohon Tumbang hingga Kabel Listrik Putus saat Hujan Deras di Parepare

Penulis: Andi Fardi
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...