Logo Sulselsatu

OJK Tegaskan Leasing Setop Tagih Debitur Terdampak Corona

Asrul
Asrul

Senin, 06 April 2020 17:33

Ilustrasi. (Int)
Ilustrasi. (Int)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tegaskan perusahaan pembiayaan dan bank setop tagih angsuran kepada debitur yang terdampak Covid-19.

Debitur yang diminta tidak ditagih adalah mereka yang berpenghasilan harian dan pekerja informal lainnya, sementara debitur yang mampu agar tetap ditagih.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, masih mendengar keluhan melalui email atau telepon berkaitan maraknya debt collector yang menemui masyarakat, khususnya terkait multifinance.

Baca Juga : OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan

“Penarikan kendaraan atau jaminan kredit bagi debitur macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak Covid-19, dapat dilakukan sepanjang bank atau multifinance melakukannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Sekar melalui keterangan resmi, Senin (6/4/2020).

OJK telah memanggil perusahaan jasa transportasi online, yakni Grab dan Gojek untuk meminta data pengemudi dan data kendaraan meliputi nomor mesin dan rangka. Hal ini juga berlaku bagi perusahaan rental kendaraan yang pengemudinya memiliki kewajiban kepada multifinance.

“OJK meminta kerja sama dengan perusahaan untuk memudahkan pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif oleh perusahaan dimaksud,” katanya.

Baca Juga : OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital

Dalam kesempatan itu, ia kembali menegaskan keringanan cicilan bank dan multifinance tidak otomatis, namun debitur harus mengajukan permohonan kepada bank atau multifinance. Selanjutnya, pihak bank atau multifinance akan melakukan penilaian (assessment) kepada debitur.

Berdasarkan penilaian itu, bank dan multifinance akan menentukan bentuk keringanan. Skemanya meliputi penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan.

Bisa juga, konversi kredit atau pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara, dna lainnya sesuai kesepakatan baru.

Baca Juga : OJK dan DPR RI Edukasi Keuangan Masyarakat Sinjai

“Keringanan cicilan pembayaran kredit atau pembiayaan dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai dengan satu tahun,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis28 Oktober 2026 18:17
Wuling Bawa Tiga Mobil Elektrifikasi ke GIIAS Makassar 2026, Ada Air ev Spesial Toy Story 5
Wuling Motors menghadirkan tiga model kendaraan elektrifikasi, yakni Air ev, Darion, dan Eksion, dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Sho...
News28 Oktober 2026 17:09
Muncul Bela Aliansi di Bungku Timur, Rekam Jejak Irwan Arya Disorot
Mantan Ketua DPRD Morowali periode 2014–2019 Irwan Arya kembali memunculkan diri di media dengan melontarkan kritik keras terhadap operasional PT Va...
News28 Oktober 2026 11:39
PJM Perkuat Keselamatan Kerja Lewat Program SAIL
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat komunikasi manajemen dan pekerja melalui Program SAIL (Speak, Assess, Integrate, Learn) Batch II yang digelar...
Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...