Logo Sulselsatu

Tak Becus Tangani Corona, Tedros Diminta Mundur dari WHO

Asrul
Asrul

Senin, 13 April 2020 10:57

Direktur Jenderal WHO Tedros AdhanomGhebreyesus. (foto/int)
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (foto/int)

JAKARTA – Pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus didesak mundur dari jabatannya.

Desakan ini melalui petisi yang telah diteken 912.251 orang di situs Change.org pada Senin (13/4/2020). Tedros dinilai lamban dalam penanganan corona virus diasse 2019 alias Covid-19.

Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memimpin WHO sejak Juli 2017 sebagai Direktur Jenderal. Kepemimpinannya saat ini mendapat kecaman atas penanganan terhadap pandemi virus corona.

Baca Juga : Jadi Perusahaan Pembayar Pajak Terbesar, BRI Diapresiasi Oleh Negara

Pada 23 Januari lalu, Tedros menolak menyatakan wabah virus corona di China sebagai keadaaan darurat kesehatan global. Virus corona saat ini telah menjangkit 1,8 juta orang dan menewaskan lebih dari 114 ribu orang di seluruh dunia.

Dalam petisi tersebut, Tedros dituduh tidak melakukan investigasi apapun kepada China saat wabah ini dimulai. Ia dinilai percaya dengan jumlah orang yang terinfeksi dan kematian yang dilaporkan dari negara tersebut.

“Kami sangat berpikir Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak cocok untuk perannya sebagai Direktur Jenderal WHO. Banyak dari kita benar-benar kecewa. Kami percaya WHO seharusnya netral secara politik,” isi petisi dari Change.org yang menyerukan Tedros mundur dari jabatannya.

Baca Juga : Pengumuman! Restrukturisasi Kredit Perbankan Penanganan Pandemi Covid-19 Berakhir

Anggota Parlemen Amerika Serikat menjadi salah satu yang mengkritik keras kebijakan Tedros. Pada Kamis (9/4/2020) sekelompok Republikan dari Komite Pengawasan DPR AS menulis surat kepada Tedros yang menuntut agar ia mengungkap hubungannya dengan para pejabat China.

“Sepanjang Krisis, WHO telah menghindar dari menyalahkan pemerintah China. Anda sebagai pemimpin WHO, bahkan melangkah lebih jauh dengan memuji transparan pemerintah China selama krisis, ketika pada kenyataanya rezim secara konsisten berbohong kepada dunia dengan melaporkan statistik infeksi dan kematian yang palsu,” isi surat anggota parlemen AS kepada Tedros, dilansir Fox News.

Sebelumya pada hari Rabu (8/4/2020) Tedros menyerang Presiden AS Donald Trump. Tedros menuduh Trump mempolitisasi pandemi corona setelah ancamannya akan memotong dana AS ke WHO.

Baca Juga : WHO Sebut Kesepian Jadi Masalah Kesehatan Global, Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

“Jika Anda tidak ingin lebih banyak kantong mayat, jangan menahan diri untuk mempolitisir. Mohon karantina untuk mempolitisasi Covid-19,” kata Tedros di sebuah konferensi pers.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik30 Januari 2026 23:07
Hadiri Rakernas PSI, RMS dan Wagub Fatmawati Sambut Jokowi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tiba di Kota Makassar dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sul...
Pendidikan30 Januari 2026 21:52
Jelang Pelantikan DPP IKA Unismuh, Pengurus Temui Wali Kota Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni (DPP IKA) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar audiensi deng...
Video30 Januari 2026 21:31
VIDEO: Penampilan juara iForte National Dance Competition Makassar
SULSELSATU.com – Babak kurasi iForte Dance Competition Makassar berlangsung di Mal Ratu Indah, Kamis (29/1/2026). 13 grup tampil menyuguhkan per...
Makassar30 Januari 2026 20:51
Munafri Tekankan OPD Pangkas Ego Sektoral agar Pelayanan Publik Tak Terhambat
SULSELSATU.com MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya membenahi tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualit...