Logo Sulselsatu

Tak Tanggap Corona, Amerika Serikat Setop Bantuan ke WHO

Asrul
Asrul

Rabu, 15 April 2020 09:12

Presiden AS Donald Trump. Foto: Istimewa.
Presiden AS Donald Trump. Foto: Istimewa.

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) berhenti memberi bantuan kepada World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Presiden AS Doland Trump menganggap WHO tak serius menangani wabah virus corona di China hingga akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

“Tinjauan dilakukan untuk menilai peran WHO dalam salah urus dan menutupi penyebaran virus corona,” kata Trump seperti dikutip dari AFP, Rabu (15/4/2020).

Baca Juga : WHO Sebut Kesepian Jadi Masalah Kesehatan Global, Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Baca juga: WHO.html">Tak Becus Tangani Corona, Tedros Diminta Mundur dari WHO

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa, Trump mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan jajaran pemerintahan untuk menyetop pendanaan sementara.

“Dengan merebaknya pandemi Covid-19, kami menunjukkan keprihatinan mendalam, apakah kebaikan hati Amerika telah dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Trump.

Baca Juga : Penembakan Brutal di Turale AS, Ibu dan Bayi 6 Bulan Tewas

Trump meyakini WHO tidak transparan dalam memberikan informasi wabah virus corona yang menyebar pertama kali di Kota Wuhan, China.

Kata di, AS sebagai penyandang dana terbesar badan PBB yang menyediakan $400 juta tahun lalu akan membahas langkah yang akan dilakukan terhadap semua uang yang masuk ke WHO.

Trump telah lama meragukan transparansi China terkait penanganan wabah corona. Ia juga ragu terkait keakuratan data statistik Tiongkok mengenai jumlah kasus dan kematian akibat corona.

Baca Juga : Panel Surya Indonesia Siap Bersaing di Amerika Serikat, Pemerintah Harap Ekspor Meningkat

Ia menganggap WHO bersikap sangat bias terhadap China.

Meski begitu, Trump juga banyak menghadapi kritikan baik dari dalam maupun luar negeri karena dianggap meremehkan virus corona di awal penyebaran.

Trump sempat menganggap virus corona sebagai flu biasa dan warga AS tidak akan terpengaruh dengan virus serupa SARS tersebut.

Baca Juga : VIDEO: Virus Corona Ada di Buku Paket IPA Tahun 2017, Katanya Tidak Berbahaya

Namun, Trump mengaku bahwa mereka kini tengah menghadapi situasi darurat nasional setelah AS menjadi negara dengan kasus dan kematian terbanyak akibat corona.

Hingga saat ini virus corona telah menginfeksi 611.668 orang di AS dan menyebabkan 25.971 kematian. Sementara 38.675 dinyatakan sembuh.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 Mei 2026 13:20
Appi Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Inklusif untuk Semua ‎
SULSELSATU.com, ‎MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di Lapangan...
News02 Mei 2026 12:10
Dirut Pelindo Tekankan HSSE dan Sinergi Operasional Saat Kunjungi Regional 4
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelindo Regional 4, Jumat (1/5/2026)....
Pendidikan02 Mei 2026 11:00
Mubes IKA Unhas Resmi Dimulai, Ramli Rahim: Mayoritas Dukung Amran Sulaiman Kembali Jadi Ketum
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton ...
News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....