SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kota Makassar selama sepekan lebih masih kurang efektif.
Dapat dilihat dari belum maksimalnya pendistribusian sembako dan sosialisasi ke masyarakat hingga hari ini.
Dikatakan, Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan Nunung Dasniar bahwa langkah pemerintah yang dinilainya lamban dan terkesan tidak siap utamanya dalam penyaluran bantuan tersebut.
Baca Juga : Legislator PDIP Tenri Uji Soroti Kebijakan Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Barombong
Pasalnya, lambatnya bantuan sembako Pemerintah Kota (Pemkot) kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dapat berakibat meningkatnya angka tindakan kriminalitas.
“Pandangan saya pemerintah kota sebenarnya belum siap untuk PSBB karena belum adanya pendistribusian sembako kepada masyarakatkan, terus tingkat keamanan juga masih belum signifikan dan warga seharunya diberikan edukasi dengan benar,” katanya.
Ia mengatakan kebutuhan mereka selayaknya perlu dipenuhi oleh Pemkot. Hal ini akan berakibat buruk jika tidak ada pemenuhan kebutuhan tersebut, potensi kriminalitas di kota Makassar bisa saja akan meningkat sejalan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat di rumah.
Baca Juga : Legislator PDIP Udin Malik Dorong Kesadaran Arsip Vital di Makassar saat Lakukan Pengawasan
“Mereka tidak memikirkan bahwa masyarakat ini juga berpikir apa yang mereka lakukan adalah benar, karena mereka butuh makan, sekarang ini kita tidak bisa salahkan masyarakat,” jelasnya
Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar