Logo Sulselsatu

Hasnah Syam Kritik Keras Indonesia Jadi Ketua Kerjasama Kesehatan Asean Penanganan Covid-19

Asrul
Asrul

Selasa, 05 Mei 2020 11:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, BARRU – Anggota DPR RI Fraksi NasDem drg Hasnah Syam melakukan rapat bersama anggota Komisi IX lainnya dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait perkembangan penanganan Pandemi Coronavirus diasse (Covid-19) di Indonesia.

Pada rapat tersebut, Hasnah turut menyampaikan kritikan keras dan turut mempertanyakan apa yang menjadi indikator sehingga Indonesia ditunjuk sebagai Ketua satuan tugas (satgas) ad-hoc para Menteri Kesehatan ASEAN-China dalam ASEAN-China Ad Hoc Health Ministers Joint Task Force yang diputuskan 20 Maret lalu.

“Kita belum saatnya memimpinan hal demikian ini, saya menilai penanganan dan pendataan Covid-19 masih sangat buruk. Hal ini yang saya pertanyakan kenapa Indonesia mau sebagai ketua kerjasama kesehatan Asean dalam penanganan covid 19,” kata Hasnah usai mengikuti rapat bersama Kemenkes, Senin (4/5/2020).

Baca Juga : Berbaur Bersama Kader PKK, Bupati Barru Apresiasi Gelaran Jambore Dasawisma

Dia bahkan menyebut sampai saat ini Indonesia lemah dalam pendeteksian penyakit dan pendataan surveilans, juga tracing contact para suspect Covid 19. Hal ini bisa kita lihat dari minimnya jumlah tes massal dan input data terkait suspect dan positif yang lambat masuk ke pusat data. Maka wajar saja ketika para ilmuwan mengatakan bahwa data di Indonesia itu underestimated.

“Dalam penelitian oleh tim gabungan Oxford dan edinburgh dalam our world in data menemukan bahwa tes terendah itu dilakukan oleh Indonesia, sedangkan peringkat pertama adalah Vietnam. Apa Indonesia tidak malu terhadap Vietnam yang bisa anggap saat ini merupakan salah satu negara Asean yang sukses menangani Covid 19,” katanya

Apalagi kata Hasnah, penanganan Indonesia terkait Covid-19 ini lebih banyak main di ranah kuratif dibandingkan preventif atau pencegahan transmisi atau penyebaran. Hal ini bisa menjadi masalah karena akan membebani Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan.

Baca Juga : Hasnah Syam Paparkan Capaian Penurunan Angka Stunting Kabupaten Barru

“Dan yang paling penting harus juga menjadi catatan Kemenkes jika peran nakes dan pekerja di fasilitas kesehatan atau klinik swasta perlu dipertimbangkan terkait insentif mereka. Karena mereka juga punya peranan dalam membantu penanganan wabah virus corona terlebih upah mereka rata-rata masih dibawah UMR, seharusnya patut menjadi perhatian Kemenkes,” tutup Hasnah.

Penulis: Asriadi Rijal
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News28 Oktober 2026 11:39
PJM Perkuat Keselamatan Kerja Lewat Program SAIL
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat komunikasi manajemen dan pekerja melalui Program SAIL (Speak, Assess, Integrate, Learn) Batch II yang digelar...
Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...
News28 Oktober 2026 06:41
Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, lumpuh total akibat aksi sepihak yang dilancarkan ole...
Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...