Logo Sulselsatu

IHPS II 2019 BPK: 4.094 Temuan, Potensi Kerugian Negara Rp7 Triliun

Asrul
Asrul

Selasa, 05 Mei 2020 23:30

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2019 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ada 4.094 temuan dari 5.480 permasalahan yang berpotensi merugikan negara paling sedikit Rp7,15 triliun.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan mayoritas permasalahan atau sebanyak 2.784 kasus berkaitan dengan tidak dilakukan penghematan, tidak efisien, dan tidak efektif dengan nilai potensi kerugian sebesar Rp1,35 triliun.

Kemudian, beberapa permasalahan lainnya berkaitan dengan kelemahan sistem pengendalian internal sebanyak 971 permasalahan. Lalu, sebanyak 1.725 permasalahan terkait ketidakpatuhan dengan nilai potensi kerugian sebesar Rp6,25 triliun.

Baca Juga : BPK Dorong Pemprov Sulsel Kembali Raih WTP

Agung menyatakan masalah ketidakpatuhan ini terdiri dari beberapa macam kasus. Ia merinci sebanyak 709 masalah ketidakpatuhan memberikan kerugian ke negara sebesar Rp1,29 triliun, sebanyak 263 permasalahan mengakibatkan potensi kerugian Rp1,87 triliun, dan sebanyak 298 permasalahan berpotensi memberikan kerugian ke negara sebesar Rp3,09 triliun.

“Atas permasalahan ketidakpatuhan tersebut, pada saat pemeriksaan, entitas yang telah diperiksa telah menindaklanjuti dengan menyerahkan aset atau menyetor ke kas negara atau daerah atau perusahaan sebesar Rp449,45 miliar,” papar Agung dalam video conference seperti dikutip CNNIndonesia, Selasa (5/5/2020).

Agung menyatakan pemeriksaan ini dilakukan dalam periode 1Juli 2019 sampai 31 Desember 2019. Lembaga yang dilakukan pemeriksaan, antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Baca Juga : Plt Gubernur Sulsel Hadiri Entry Meeting BPK Sulsel Pemeriksaan Kinerja Vaksinasi dan Pendidikan Vokasi

“IHPS Semester II 2019 memuat hasil pemeriksaan kinerja tematik pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lainnya,” imbuh Agung.

Pemeriksaan tematik, sambung dia, merupakan metode pemeriksaan yang dilakukan oleh beberapa satuan kerja pemeriksaan secara serentak terkait dengan tema yang terdapat pada kebijakan dan strategi pemeriksaan BPK atas program pemerintah.

“Pemeriksaan tematik adalah pemeriksaan pengelolaan belanja daerah untuk meningkatkan pembangunan manusia, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan penjaminan mutu pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga : LKPD 2019 Rampung, NA Minta APIP-BKAD Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Selain tematik, BPK juga memuat hasil pemeriksaan kinerja. Beberapa pemeriksaannya, yakni pemeriksaan atas efektivitas program pensiun PNS, TNI, dan Polri, serta pengelolaan utang pemerintah pusat.

Agung menambahkan BPK telah memberikan 560.521 rekomendasi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir kepada pemerintah, BUMN, dan BUMD untuk bekerja lebih tertib, hemat, dan efisien. Dari rekomendasi itu, sebanyak 416.680 rekomendasi telah ditindaklanjuti oleh masing-masing lembaga.

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Pemprov Sulsel Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News28 Oktober 2026 11:39
PJM Perkuat Keselamatan Kerja Lewat Program SAIL
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat komunikasi manajemen dan pekerja melalui Program SAIL (Speak, Assess, Integrate, Learn) Batch II yang digelar...
Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...
News28 Oktober 2026 06:41
Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, lumpuh total akibat aksi sepihak yang dilancarkan ole...
Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...