Logo Sulselsatu

Nurdin Abdullah Harap FKM Unhas Support Pemerintah Tangani Covid-19

Asrul
Asrul

Sabtu, 06 Juni 2020 23:50

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berkunjung ke RSUD Sayang Rakyat. (ist)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berkunjung ke RSUD Sayang Rakyat. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah melakukan kunjungan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin Makassar.

Selama tiga jam, Nurdin berbincang dengan Rektor Unhas Prof Dwia dan juga Dekan FKM Unhas Aminuddin Syam, serta Ridwan Amiruddin.

Mereka membahas dan bincang ringan tentang situasi terkini Sulawesi Selatan diantaranya dalam upaya meningkatan kolaborasi Universitas Hasanuddin untuk membantu pemerintah Sulsel dalam pengelolaan pandemi Covid-19.

Baca Juga : Pegadaian Kanwil VI Beri Beasiswa untuk 11 Mahasiswa Unhas

Kemudian, membahas perkembangan proses belajar mengajar selama pandemi. Gubernur juga melakukan kunjungan ke Laboratorium FKM Unhas.

Nurdin Abdullah menyampaikan harapannya agar pihak FKM UNHAS dapat mensupport tim gugus pengendalian Covid -19, untuk memberikan kajian dan mengukur setiap intervensi yang telah diberikan selama ini.

“Prinsipnya adalah bagaimana setiap proses terukur, outputnya terukur dan dampak realnya di masyarakat dapat memberikan ketenangan dalam situasi krisis pandemi ini,” kata Nurdin.

Baca Juga : Tim Pengabdian Unhas Edukasi UMKM Perempuan Minasa Upa Pemasaran Berbasis AI

Lanjutnya bila proses dilakukan dengan benar, hasilnya juga akan menunjukkan hal yang benar pula. Sehingga, tiada hasil yang mencederai proses. Setiap orang ataupun unsur mengambil peran terbaiknya dan bertanggungjawab. Dimana dalam proses tersebut akan bermuara pada hasil terbaik.

Sementara itu, Ridwan Amiruddin yang juga merupakan ahli epidemiologi yang menyelesaikan pendidikan Griffith University Australia pada jenjang magister jurusan Public Health Leadership ini menjelaskan pertumbuhan kasus covid-19 sejak 19 Maret 2020 dengan pertumbuhan kasus dalam R0 sebesar 3.8 dengan berbagai intervensi yang telah di paparkan oleh pemerintah Sulsel sekarang di awal Juni angka reproduksi efektif (Rt) kasus Covid-19 sudah di kisaran 1.1-1.9.

“Hal Ini menggambarkan bahwa tekanan intervensi menekan kurva kelihatannya Sulsel berada dalam on the track intervention. Pada saat suatu penyakit belum tersedia vaksin maupun obatnya, maka intervensi non-pharmacy adalah hal terbaik yang direkomendasikan,” sebutnya.

Baca Juga : LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Generasi Muda di Makassar

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...