Delapan Desa Terdampak Banjir di Jeneponto, Satu Warga Meninggal Dunia

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Tingginya intensitas hujan daerah hilir Kecamatan Rumbia membuat sejumlah titik di Jeneponto mengalami dampak longsor dan banjir hingga menelan korban jiwa, pada Jumat malam (12/6/2020).

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Mus Mulyadi mengatakan akibat banjir itu, wilayah Rumbia terjadi longsor di daerah Belong, Bontoloe, Desa Rumbia. Termasuk di daerah Bondong Rumbia.

“Ada 1 warga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara 3 orang lainnya yang hilang. Tim SAR masih terus melakukan pencarian,” ujar Mus Mulyadi Sabtu (13/6/2020).

Mulyadi menyebutkan, banjir kiriman ini menerjang beberapa kecamatan salah satunya Kecamatan Rumbia yang mengakibatkan 10 orang mengalami luka-luka. Sementara rumah panggung yang rusak dan terseret arus sebanyak 6 rumah.

“Warga yang berada di daerah bantaran sungai di Jeneponto untuk tetap waspada dan sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari korban jiwa. Apalagi saat ini hujan masih mengguyur daerah Jeneponto. Dan cuaca bisa berubah-ubah,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto, Arfan S mengatakan kepada Sulselsatu.com, selain satu orang meninggal dunia akibat banjir juga dua orang masih belum ditemukan.

“Satu orang meninggal dunia atas nama Dg Made alamat Rumbia dan 2 orang hanyut belum ditemukan,” ujar Arfan.

Adapun rincian dampak banjir di Kabupaten Jeneponto yang terjadi Jumat 12 Juni 2020 kemarin mulai pukul Pukul 16.00 WITA hingga Sabtu 13/6/2020 pukul 02. WITA dini hari sebagai berikut :

Sebanyak 5 kecamatan yang mengalami dampak banjir dengan ketinggian bervariasi.

1. Rumbia

2. Turatea

3. Tarowang

4. Binamu

5. Tamalatea

Desa/Kelurahan:

1. Desa Rumbia

2. Desa jombe

3. Desa Sepanang

4. Desa Munthe

5. Desa Tino

6. Desa lebang Manai

7. Kel Balang

8. Desa Pallantikang

Banjir terjadi di Kabupaten Jeneponto akibat hujan deras yang mengakibatkan debit air Bendungan Kareloe mengalami peningkatan di level 150 dari batas normal 100.

Akibatnya 1 orang meninggal dunia atas nama Dg Made alamat Rumbia, 2 orang hanyut belum ditemukan. 4 Rumah tertimbun longsor di Dusun Tokka Desa Pallantikang Rumbia. 3 Rumah hanyut di Dusun Paloe Desa Rumbia, 2 rumah rusak parah, 10 ternak sapi hanyut.

Penulis: Dedi

Editor: Kink Kusuma Rein