Kalung Anticorona Kementan Disangsikan, Dewan: Belum Tepat Diproduksi Massal

Img 20180802 122323
Syahrul Yasin Limpo. (Sulselsatu/Asrul)

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggandeng lembaga riset untuk mendalami lagi penggunaan kalung anticorona produksi Kementan.

Kalung anticorona berbahan kayu putih atau eucalyptus kemarin ramai diperbincangkan. Banyak pihak yang menyangsikan keampuhan kalung tersebut.

“Orang-orang belum yakin atas temuan itu. Jika banyak yang belum yakin, tentu belum tepat jika diproduksi massal,” kata Saleh.

Baca juga: Kementan Luncurkan Kalung Sakti Anticorona

Saleh mengatakan, kalung eucalyptus yang mampu membunuh Coronavirus itu, bisa jadi tidak mempan untuk Corona jenis SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

Lagipula, kalung tersebut belum terbukti keampuhannya. Dan ada banyak peneliti dan lembaga penelitian yang masih meragukan temuan tersebut.

Saleh mengimbau Kementan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait dengan kalung antivirus Corona yang hendak diproduksi.

“Karena itu, belum bisa diklaim sebagai antivirus Corona,” kata dia.

Syahrul Yasin Limpo memperkenalkan kalung eucalyptus yang ia sebut mampu mencegah penggunanya terpapar Coronavirus.

Ia berencana memperluas penggunaan kalung itu, karena meyakini efektif membunuh Corona.

Menurut Syahrul kalung buatan Kementan tersebut telah melewati hasil laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan teruji ampuh membunuh virus dalam 15-30 menit pemakaian.

Editor: Hendra Wijaya