Logo Sulselsatu

Puslitbang Lingkungan Hidup Unhas Bahas Bencana Banjir Bandang Masamba

Asrul
Asrul

Sabtu, 25 Juli 2020 22:30

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) kembali menyelenggarakan bincang-bincang lingkungan bertema “Gagasan dan Konseptualisasi untuk Pemulihan Lingkungan Secara Efektif (Studi Kasus Banjir Bandang Masamba)”.

Kegiatan berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (25/7/2020). Hadir sebagai narasumber Syamsul Arifin Lias, Farouk Maricar, dan M Rijal Idrus.

Kegiatan dibuka oleh Kepala PPLH Unhas, Prof AM Imran. Dalam sambutannya, dia menjelaskan diskusi ini merupakan ruang untuk membahas permasalahan lingkungan, yang pada kesempatan kali ini difokuskan pada bencana banjir yang melanda Masamba.

Baca Juga : Pegadaian Kanwil VI Beri Beasiswa untuk 11 Mahasiswa Unhas

“Kegiatan ini akan digelar setiap pekan, dengan maksud sebagai sarana bertukar informasi dan juga membahas mengenai permasalahan lingkungan yang saat ini menjadi trend di masyarakat untuk mencari solusinya,” jelas Prof Imran.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan paparan dari Syamsul Arifin Lias, yang membahas mengenai “Sumberdaya Pertanian dan Responnya Terhadap Lingkungan”.

Dalam materinya, Syamsul menuturkan sektor pertanian memiliki kontribusi besar dalam kehidupan masyarakat. Secara nasional, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar ketiga dalam struktur PDB Indonesia dengan porsi 12.84 persen pada kuartal pertama tahun 2020.

Baca Juga : Tim Pengabdian Unhas Edukasi UMKM Perempuan Minasa Upa Pemasaran Berbasis AI

Pemerintah sendiri telah mengemukakan berbagai program di sektor pertanian seperti nawa cita, ketahanan pangan, konstratani, triple helix dan beberapa program lainnya guna mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Untuk di Luwu Utara sendiri, sektor pertanian penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 54.3 persen. Sektor pertanian merupakan prioritas pembangunan di Luwu Utara. Sebagai penyumbang pangan nasional, Luwu Utara memiliki lahan sawah yang luasnya mencapai 28.970,9 ha (2019) dengan luas tanam 49.005,8 ha dan luas panen 46.008,8 ha.

“Dampak bencana di Masamba berpengaruh pada sektor pertanian. Tanaman pertanian mengalami puso dan gagal panen, terutama pada lahan yang letaknya di daerah sempadan sungai. Selain itu, kehilangan lahan produktif dan pendapatan serta ancaman kekurangan pangan dan sektor lainnya,” jelas Syamsul.

Baca Juga : LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Generasi Muda di Makassar

Diakhir materinya, Syamsul memberikan beberapa rekomendasi untuk mengantisipasi kejadian serupa. Diantaranya, meminimalisir dan menghentikan praktek konversi lahan pertanian produktif, mengoptimalkan lahan tidur yang dikuasai daerah untuk kegiatan pertanian produktif, monitoring alur sungai di wilayah hulu dengan teknologi drone utamanya pada musim hujan serta melakukan kajian terhadap kemampuan lahan dan kebijakan penggunaan lahan di daerah sempadan sungai.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...