Logo Sulselsatu

Program Dai Bersertifikat Kementerian Agama Bergulir Lagi

Asrul
Asrul

Kamis, 13 Agustus 2020 23:30

Menteri Agama, Fachrul Razi. (INT)
Menteri Agama, Fachrul Razi. (INT)

JAKARTAKementerian Agama dalam waktu dekat merealisasikan program dai atau penceramah bersertifikat. Program ini sebelumnya menuai kontroversi.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, program tersebut sudah dibahas oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Kemenag pada tri wulan ketiga ini akan punya program dai bersertifikat. Ini sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres,” kata Fachrul dalam keterangannya dikutip dalam situs Kemenag, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga : Nyaris 2 Kali Lipat, Kemenag Usul Kenaikan Biaya Haji 2023 Rp69 Juta per Jemaah

Fachrul menegaskan program tersebut bertujuan untuk mencetak dai yang berdakwah di tengah masyarakat tentang Islam rahmatan lil alamin. Ia pun berharap ke depannya masjid-masjid bisa diisi oleh para dai-dai bersertifikasi.

Fachrul berharap, masjid nantinya tidak hanya sekadar menjadi sarana sebarkan iman dan takwa. Lebih dari itu, masjid bisa dijadikan sarana menguatkan kerukunan bangsa.

“Masjid bisa diisi para dai itu untuk mendakwahkan Islam yang damai dan penuh toleran,” kata dia.

Baca Juga : Ibadah Haji 2020 Ditiadakan, NA: Kita Tidak Boleh Memaksakan Kehendak

Meski demikian, Fachrul menegaskan program dai bersertifikat ini sengaja tidak digelar secara mengikat. Program ini, bisa diikuti bagi penceramah yang berkenan mengikutinya.

“Untuk dai yang tidak ingin ikut, juga tidak ada paksaan,” kata Fachrul.

Program sertifikasi dai atau penceramah sempat dilontarkan oleh Fachrul pada akhir 2019 lalu. Program itu dibentuk guna menangkal gerakan radikalisme lewat mimbar masjid. Dia sempat bercerita saat ini banyak penceramah yang membodohi umat lewat ceramah.

Baca Juga : Kemenang Bakal Umumkan Kepastian Pemberangkatan Jemaah Haji Besok

Fachrul berkata sertifikasi penceramah akan diterapkan mulai 2020. Program ini akan melibatkan ormas Islam yang ada di Indonesia. MUI sendiri sudah lebih dulu memulai program tersebut pada November 2019 lalu.

Wacana ini pun menimbulkan kontroversi di publik. Salah satunya datang dari PA 212 yang menuding ada agenda terselubung yang direncanakan MUI dan Kemenag dalam sertifikasi pendakwah.

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Hilal Tak Menunjukkan Rupa, Lebaran Ditetapkan Minggu 24 Mei

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video15 Juli 2026 21:06
VIDEO: BMKG Prediksi El Nino Picu Kemarau Panjang di Makassar hingga Oktober 2026
SULSELSATU.com – Warga Makassar diminta bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat dampak El Nino. Kepa...
Video15 Juli 2026 20:28
VIDEO: Kuliah Umum Amran di USU Diinterupsi Mahasiswa
SULSELSATU.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta mahasiswa tidak mudah terprovokasi saat memberikan kuliah umum di Universitas Sum...
Hukum15 Juli 2026 20:19
Jaksa Periksa 15 Saksi Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek, Ada Kadisdik Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar telah memeriksa 15 saksi dalam penyelidikan dugaan praktik jual beli jabatan kepal...
Metropolitan15 Juli 2026 18:55
Wajah Baru TPA Tamangapa, Penimbunan Tanah Urug Hilangkan Bau dan Siap Terima Sampah Residu
SULSELSATUcom, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, sudah berubah drastis. Kini tengah mengalami pemben...