Logo Sulselsatu

Ini Alasan Danny-Fatma Gelar Deklarasi di Laut Pantai Losari

Asrul
Asrul

Rabu, 02 September 2020 17:40

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Deklarasi Bakal pasangan calon Wali Kota Makassar (Bapaslon) Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi dilaksanakan di perairan Pantai Losari, Kamis (3/9/2020) besok.

Danny Pomanto menyebut konsep deklarasi yang berbeda dengan Bapaslon lain dengan menggunakan kapal Pinisi untuk mencegah penularan Covid-19 dan penerapan sosial distancing.

“Makna kenapa di laut karena hanya di laut orang bisa sosial distancing,” kata Danny, Rabu (2/9/2020)

Baca Juga : Danny Pomanto Bakal Siapkan Kejutan Pada Perayaan HUT Kota Makassar ke-416 Tahun

Menurutnya, salah satu cara mencegah penularan Covid-19 yaitu di laut. Kendati begitu, masyarakat tetap dapat menyaksikan langsung deklarasi tersebut lantaran akan disiarkan secara virtual.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pendukung dan simpatisannya untuk menonton di rumah saja.

“Kalau orang bicara Pinisi, maka orang akan ingat Bugis-Makassar, kalau orang bicara Bugis-Makassar maka orang akan ingat Kota Makassar,” ungkapnya.

Baca Juga : Walikota Tunjuk Pejabat Sementara Direksi Perusda, Dewan: Wujudkan Mimpi Danny-Fatma

Deklarasi tersebut melibatkan 200 perahu nelayan, Danny menyebut hal itu sebagai komitmen untuk melibatkan masyarakat dalam setiap keputusan pemerintahan.

“Kami selalu punya komitmen melibatkan masyarakat dalam setiap mengambil keputusan yang berkaitan dengan nasib mereka,” ungkapnya.

Perahu Jolloro dan Katingting akan memperagakan, kata dia, sebagai perpaduan budaya sekaligus penegasan penerapan sosial distancing.

Baca Juga : Kunjungan ke Sulsel, Jokowi Pakai Jaket Oranye Ala Adama, Plt Gubernur Berbatik Lontara

“Makassar tidak akan pernah lepas dari kekuatan budaya,” ujarnya.

Di sisi lain, Danny mengaku rindu dengan pertarungan gagasan, bukan pertarungan sentimen. Hal itu, kata dia, menuju politik yang demokratis.

Konsep acara deklarasi berpusat di area Makassar Golden Hotel, 200 Jolloro, Hal itu sebagai perpaduan budaya bahari dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga : Program Ojol Day, Solusi Ekonomi Danny-Fatma di Tengah Pandemi

Sementara, Fatmawaty Rusdi mengatakan konsep deklarasi yang berlangsung secara virtual semata-mata untuk menjaga protokol Covid-19.

“Sebuah konsep yang tadinya kami pikirkan, bagaimana menyentuh dan disaksikan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, konsep ini tak banyak dipikirkan oleh orang lain. Pasalnya, konsep tersebut memadukan kebudayaan Kota Makassar

Baca Juga : Makassar Recovery Jawaban Keresahan Masyarakat Soal Covid-19 Varian Baru B117

“Keterbatasan undangan karena sosial distancing yang kami jaga, jumlah undangan sekitar 250 peserta,” pungkasnya.

Penulis: Resti Setiawati

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News23 Juni 2026 19:03
PLN UIP Sulawesi dan Kejari Banggai Perkuat Sinergi Hukum Dukung Proyek Kelistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Banggai untuk mendukung penyelesaian aspek hukum ...
Sulsel23 Juni 2026 13:25
Pimpin Aksi Bersih-bersih Kantor, Kapolsek Arungkeke: Biar Masyarakat Nyaman Saat Dilayani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, jajaran Polsek Arungkeke menggelar aksi kerja bakti atau korvei ...
Makassar23 Juni 2026 13:15
Lantik 369 Kepsek, Wali Kota Makassar Tekankan Pendidikan Harus Bersih dari Praktik Titip-Menitip
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Setelah menanti selama satu dekade, Pemerintah Kota Makassar akhirnya melaksanakan pengukuhan dan pelantikan kepala sekol...
News23 Juni 2026 11:09
PLN UIP Sulawesi Simulasi Tanggap Darurat, Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menggelar simulasi tanggap darurat di lingkungan Kantor Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Se...