Logo Sulselsatu

Pemuda Muhammadiyah Desak Pemkot dan Aparat Selesaikan Konflik Pemuda di Kandea

Asrul
Asrul

Selasa, 29 September 2020 14:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Awang Darmawan mendesak Pemkot Makassar dan aparat kepolisian untuk menyelesaikan konflik antarpemuda yang memicu perang kelompok di Jalan Kandea. Pasalnya, perang kelompok yang kerap terjadi di wilayah itu sudah sangat meresahkan warga dan telah banyak menelan korban jiwa.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, salah seorang pemuda yang belakangan diketahui merupakan kader Pemuda Muhammadiyah meninggal dunia setelah terkena busur panah di bagian dada saat perang kelompok terjadi.

Awang pun mengaku sangat menyesalkan kejadian itu dan menuntut agar polisi segera mengungkap tuntas kasus ini.

Baca Juga : Puluhan Anak Ikut Sunatan Massal Pemuda Muhammadiyah Makassar

“Kita tentu menyayangkan insiden ini. Pemerintah dan polisi seharusnya mulai serius melacak akar masalahnya dan mengentikan konflik antar kelompok pemuda di sana,” kata dia, Selasa (29/9/2020).

Awang mengkritik pemerintah dan aparat yang seolah tak mampu menuntaskan konflik antar pemuda yang berkepanjangan di Kandea. Menurut dia, konflik di sana seharusnya bisa dihentikan asalkan pemerintah dan aparat kepolisian serius menuntaskan masalah ini.

“Perang antar pemuda di Kandea itu sudah lama terjadi. Mestinya pemerintah dan polisi sudah punya data soal akar masalah ini dan langkah yang terukur untuk menyetop tawuran kelompok di sana. Tapi pertanyaannya, apakah kita pernah serius untuk menyelesaikan masalah itu? Jawabannya tidak,” ujar dia.

Baca Juga : Pasca Ledakan Bom di Makassar, Pemuda Muhammadiyah Ajak Warga Jaga Soliditas

Awang pun meminta agar Pemkot dan aparat kepolisian untuk melakukan upaya serius dan strategis untuk mengakhiri konflik antar pemuda di Kandea. Sebelum nantinya budaya kekerasan ini semakin meluas dan membahayakan keselamatan warga.

“Bagi kita ada dua langkah penting yang harus dilakukan untuk segera mengakhiri budaya subversif ini. Pertama, penegakan hukum yang tegas dan tidak pandang bulu. Kedua, pemerintah perlu menyiapkan pendekatan khusus dan upaya persuasif untuk mengurai akar masalah dan menuntaskannya dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat,” terangnya.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 Oktober 2026 09:40
Sinyal Bahaya di Balik Panggilan Tak Dikenal
Penipuan digital dapat menyusup ke aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi usaha kecil hingga panggilan telepon yang tampak biasa. Di tengah ancam...
Metropolitan17 Oktober 2026 23:02
Waspada Penipuan Mencatut Nama Anggota DPRD Makassar Muchlis A Misbah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Beredar akun WhatsApp yang mengatasnamakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar H Muchlis A Mi...
Sulsel17 Oktober 2026 20:36
OJK Sulselbar Edukasi Warga Bone, Ingatkan Bahaya Investasi Ilegal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memperkuat literasi keuangan masyarakat Kabupaten Bone untuk mendorong pe...
Bisnis17 Oktober 2026 19:31
Modest Fashion Week 2026 Hadir di Makassar, Metro Bidik Pasar Busana Muslim Indonesia Timur
Potensi pasar busana muslim di Makassar menjadi salah satu alasan Metro menghadirkan Modest Fashion Week 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sab...