Logo Sulselsatu

Rudy Tunjuk Plt DLH Jadi Koordinator Taman di Wilayah Kecamatan

Asrul
Asrul

Selasa, 29 September 2020 19:28

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menginginkan penataan pengeloaan taman menjadi lebih baik. Untuk itu ia menunjuk Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mario Said menjadi koordinator penataan taman di setiap wilayah kecamatan.

Rudy meminta DLH membentuk tim khusus dalam penilaian standarisasi taman perkotaan. Tim tersebut berasal dari orang-orang profesional dibidang taman dan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Makassar.

“Jadi soal taman di wilayah camat nanti kita pihak ketigakan saja sama orang-orang profesional di bidang taman. Jadi kontraknya satu tahun, dari dia tanam sampai pemeliharaan dia kerjakan sesuai standarisasi tim yang kita bentuk. Nanti tm juga melakukan penilaian untuk memberikan reward bagi yang bagus dan pembinaa khusus bagi yang kurang bagus,” kata Rudy saat rapat koordinasi bersama seluruh camat dan DLH di ruang rapat lantai 11, Balaikota Makassar, Selasa (29/9/2020).

Baca Juga : Bank Sampah hingga RT/RW Disiapkan, Pemkot Makassar Perkuat Gerakan Pilah Sampah

Rudy melihat, penataan taman di Kota Makassar masih jauh dari standarisasi taman kota metropolitan. Penyebabnya, karena pengelolaan taman diolah oleh orang-orang tidak berpengalaman di bidang tanaman. Ia meminta secara khusus, untuk penataan taman kota di jalan protokol, untuk secepatnya dikerjakan.

“Bulan Oktober nanti Insya Allah Presiden Jokowi datang untuk peresmiam Jalan Tol Layang Pettarani. Saya mau, tanam yang dilewati presiden hijau, berbunga dan cantik,” jelasnya.

Rudy juga meminta para camat memperhatikan soal kebersihan sampah. Terutama penumpukan sampah pada siang hari dan sore hari. Ia meminta motor pengangkut sampah tidak berkoperasi pada pagi hari lagi, namun malam hari. Agar penumpukan sampah hanya terjadi malam hari sampai mobil truk sampah yang beroperasi jam 12 malam mengambil sampah tersebut.

Baca Juga : Kabar Gembira! Olymrun 2026 Hadir di Makassar, Siapkan Hadiah Rp150 Juta

“Kalau beroperasi pagi pasti mengganggu aktivitas jalan, belum lagi masalah keindahan, masalah pencemaran udara. Pasti tidak enak kita rasa kalau kita lari-lari sore baru ada penumpukan sampah di penampungan,” jelasnya.

Ia mengingatkan para camat disetiap bekerja menanamkan pola pikir memuaskan orang lain. Menurutnya, Kota Makassar hanya bisa maju jika prorgam-program berbasis nyaman untuk warga, memiliki daya tarik pariwsata, dan ramah investasi.

“Jika ketiga hal ini jalan, ujung-ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena perputaran uang pasti lebih banyak. Jika ini terjadi, kemanan Kota Makassar pasti membaik. Karena dasar orang berbuat jahat kebanyakan karena urusan perut,” pungkasnya.

Baca Juga : Warga dan Mahasiswa Pasang Baliho Penolakan PSEL di Tamalanrea, Pertanyakan Izin Amdal

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi06 Agustus 2026 15:07
Kepercayaan Masyarakat Meningkat, DPK Perbankan Tumbuh 5,71 Persen Jadi Rp149,77 Triliun
Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (...
Metropolitan06 Agustus 2026 14:34
Munafri: PSEL Proyek Strategis Nasional Kami Dijalankan, Lokasi Masih Dimatangkan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan Pemerintah Kota Makassar tetap membuka ruang dialog dengan masyarak...
Otomotif06 Agustus 2026 14:07
SJAM Siapkan 5 Motor Gratis untuk Konsumen yang Transaksi Selama Juli dan Agustus 2026
PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) selaku main dealer Yamaha Indonesia wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menghadirkan program "Beli...
Bisnis06 Agustus 2026 12:06
PANDE EMAS Jadi Langkah Pegadaian Kanwil VI Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbarra Maluku) mendorong kemandirian eko...