Logo Sulselsatu

Budi Hastuti Minta Pemkot Kembali Atur Strategi Atasi Anjal dan Gepeng

Asrul
Asrul

Kamis, 12 November 2020 17:20

Bendahara DPC Gerindra Makassar Budi Hastuti. (ist)
Bendahara DPC Gerindra Makassar Budi Hastuti. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti mengatakan penanganan anak jalan (Anjal) dan pengemis gelandangan (Gepeng) di Kota Makassar sudah tidak efektif.

Pasalnya, Anjal dan Gepeng semakin menjamur, sangat mudah ditemukan di jalan-jalan yang mengakibatkan keresahan di masyarakat.

“Penangannya tidak bisa seperti sekarang, yang hanya melakukan penjaringan saja. Harus ada tindak lanjutnya supaya tidak lagi menjadi gepeng setelah terjaring petugas,” ujar Budi di Kantor DPRD Kota Makassar, Kamis (12/11/2020).

Baca Juga : RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount

Legislator Gerindra inj mengatakan pemerintah dituntut berperan untuk menjalankan program penanganan, khususnya Dinas Sosial Kota Makassar harus bisa belajar dari strategi penanganan Anjal dan Gepeng di daerah yang padat penduduk.

Tak hanya itu, kerja sama dengan stakeholder terkait perlu dilakukan, sehingga Anjal dan Gepeng yang terjaring razia petugas tidak hanya diberi wejangan dan edukasi.

“Rencananya Dinsos untuk mengadakan fasilitas pendukung Lingkungan Pondok Sosial (Liposus) sebagai wadah untuk memberikan pembinaan. Di sana dibuatkan tempat khusus untuk diberikan pelatihan. Jadi mereka bisa punya keterampilan setelah keluar nanti. Metode ini efektif untuk menekan keberadaan Anjal dan Gepeng,” imbuhnya.

Baca Juga : Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi

Budi menyetujui soal pengadaan Liposus yang akan diusulkan oleh Dinsos dan siap untuk diperjuangkan di APBD 2021 nanti.

“Kita akan memperjuangkan itu untuk APBD 2021 nanti. Kita butuh sesuatu yang lebih efektif,” kilah Budi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Mukhtar Tahir menyatakan, penanganan Anjal dan Gepeng memang menjadi tantangan yang cukup berat. Salah satu kendalanya karena fasilitas pendukung yang tidak tersedia.

Baca Juga : Legislator PDIP Makassar Desak RSIA Paramount Ditutup, Soroti Dugaan Kelalaian

Selama ini, kata dia, anjal dan gepeng yang terjaring razia petugas sudah diberi pembinaan. Hanya saja, setelah dilepaskan, mereka tetap saja kembali ke jalan. Siklus inilah yang terus berputar.

“Kita butuh Liposus untuk menampung mereka lalu diberikan pembinaan sampai betul-betul bisa dilepas. Sehingga ketika dia keluar bisa berkontribusi dan tidak turun lagi ke jalan,” ucapnya.

Penulis: Resti Setiawati

Baca Juga : Hadiri RDP di DPRD Makassar, Taufan Pawe Minta RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai Cucunya Meninggal

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News26 September 2026 16:52
PT Vale Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali....
Ekonomi25 September 2026 23:21
PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi
PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperkenalkan layanan Pintu VIP Private sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang dit...
Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...