SULSELSATU.com, PINRANG – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Pinrang (PP KPMP) meminta Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid mencopot Kepala Disperindag Pinrang, Hartono Mekka alias Andi Tino.
Hal itu menjadi aspirasi utama PP KPMP saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pinrang, pada Kamis (10/12/2020).
Bukan tanpa alasan, menurut Jenderal Lapangan PP KPMP Anwar Waris, Andi Tino telah banyak menyia-nyiakan anggaran negara untuk pembangunan yang tidak produktif. Contohnya pasar.
“Itu pasar di Kecamatan Batulappa di bangun di tengah hutan. Mana bisa maksimal. Serap anggaran miliaran rupiah. Tetapi tidak berfungsi baik. Bahkan tak ada pedagang dan pembeli,” teriak aktivis UNM tersebut.
Bukan cuma pasar yang terletak di Kecamatan Batulappa. Bersasarkan hasil temuan PP KPMP di lapangan, masih ada beberapa pasar yang gagal fungsi atau tidak digunakan setelah dibangun, seperti di Kecamatan Watang Sawitto dan Kecamatan Suppa.
“Semua pasar itu, kalau ditotal serap anggaran puluhan miliar. Buang-buang uang negara,” tegasnya.
Selain meminta Andi Tino dipecat, PP KPMP juga menyuarakan aspirasi terkait dana penanggulangan Covid-19 di Pinrang.
Menurut Anmar, pemerintah terkesan tertutup dalam penggunaan anggaran Covid-19.
“Kami ini cuma membawa aspirasi masyarakat. Hal-hal ini perlu diperjelas. Juga SKPD yang tidak becus kinerjanya, seperti Disperindag. Bupati sebaiknya melakukan pencopotan,” pungkasnya.
Baik Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid dan Kepala Disperindag Hartono Mekka yang dikonfirmasi via seluler, belum memberikan tanggapan atas hal ini. Kedua memilih bungkam dan ogah mengomentari tuntutan PP KPMP.
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar