SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) terus menggenjot penggunaan digital pada sistem pembayaran. Kini, Bank Indonesia memperkenalkan lima visi sistem pembayaran Indonesia (SPI) pada 2025 mendatang.
Asisten Analis Kantor Perwakilan wilayah (KPw) BI Sulsel, Riki Winatha mengatakan, ada lima visi misi SPI 2025 mendatang. Dengan sistem pembayaran digital akan bisa dilakukan dimana saja dan kapan pun.
“Visi pertama, mengoneksikan antara ekonomi dan digital ekonomi. Digital ekonomi lebih spesifik lagi kepada financial teknologi. Pasarnya lebih inklusif bisa dimanpun, kapanpun,” kata Riki dalam Media Gathering BI 2020 di Hotel The Rinra, Makassar, Jumat (11/12/2020).
Visi kedua bagaimana mendigitalisasi perbankan. Jenius salah satu perbankan digital, sudah masuk BCA dan beberapa perbankan lain. Kini, mobile banking sudah banyak dihapus. Menurut Riki, kantor itu harus jadi digital.
Selanjutnya, visi ketiga lanjutnya, yaitu harus mengoneksikan antara keuangan digital dengan perbankan itu sendiri. Jasa perbankan digital yang leading bukan dari perbankan, melainkan ada ovo dan berbagainya.
Riki menilai, jangan sampai bank tidak transformasi, kalah dengan fintech. Inilah yang harus dilakukan agar bank tidak tertinggal.
“Keempat adalah menjamin keseimbangan antara inovasi dengan proteksi konsumen. Sehingga ada persaingan usaha dan konsumen terlindungi,” pungkasnya.
Terakhir jelas Riki, adalah dengan ada aplikasi seperti gopay yaitu wachat pay dan alipay yang banyak dipakai di Bali karena telah terkoneksi dengan berbagai gerai. Aplikasi tersebut banyak digunakan oleh wisatawan di Bali untuk berbelanja, sehingga tidak adanya perputaran devisa. Inilah ke depannya harus melalui perbankan.
Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar