SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar resmi mengumumkan hasil rekapitulasi suara dengan menetapkan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi sebagai pemenang di Pilwalkot Makassar 2020.
Pada pleno penetapan hasil Pilwalkot Makassar yang dilakukan pada hari Selasa (15/12/2020) lalu, pasangan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi meraih sekitar 41,3 persen suara atau sekitar 218.908 suara. Munafri Arifuddin-Rahman Bando berada di urutan kedua dengan raihan suara 34,7 persen atau 184.094 suara.
Selanjutnya Pada posisi tiga, ada Syamsu Rizal-Fadli Ananda dengan suara 19,0 persen atau sebesar 100.869 suara, dan terakhir ada Irman Yasin Limpo-Zunnun dengan persentase 4,9 persen atau sekitar 25.817 suara.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Syahrir Karim, menilai kemenangan pasangan Danny-Fatma pada pilwalkot 2020 karena pasangan tersebut memiliki modal sosial yang lebih kuat dibandingkan dengan ketiga palson lainnya. Dimana Danny Pomanto telah memiliki dan terus menjaga basis yang kuat di tingkat RT dan RW
“Danny punya modal sosial yang lebih kuat dibandingkan calon yang lain, Danny telah memiliki dan menjaga basisnya di tingkat RT dan RW,” kata Syahrir Kamis (18/12/2020).
Selain memiliki modal sosial yang lebih unggul daripada kandidat yang lain, Ketua Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar itu juga mengatakan bahwa terpilihnya Danny Pomanto pada pilwalkot Makassar 2020 itu juga tidak terlepas dari bukti kepemimpin Danny Pomanto pada periode 2014 sampai 2019 lalu.
Selama periode tersebut, Kata Syahrir, Danny Pomanto mampu meyakinkan masyarakat untuk tetap memilihnya pada pilwalkot kali ini.
“Kemudian juga Danny telah atau sudah berbuat untuk kota Makassar sementara yang lain itu belum, faktor ini yang kemudian menjadikan masyarakat lebih percaya kepada danny” tambahnya
Syahrir menilai kedua faktor tersebut mampu menjadikan pasangan Danny-Fatma unggul di pilwalkot Makassar 2020, meskipun kandidat lainnya di back up oleh elit politik nasional.
“Kandidat yang lain misalnya memiliki elit politik nasional, tapi itu tidak terlalu berpengaruh di Pilwalkot Makassar kali ini,” pungkasnya.
Penulis: Jahir Majid
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar