Logo Sulselsatu

Terkait Keterlambatan Pembayaran Rekanan Pemprov, Nurdin Abdullah: Kalau Kualitasnya Gak Bagus Ngapain Dibayar

Asrul
Asrul

Senin, 11 Januari 2021 17:26

Pekerja memasang block drainase di proyek Middle Ring Road (MRR) di Jalan Dr Leimana, Makassar. (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
Pekerja memasang block drainase di proyek Middle Ring Road (MRR) di Jalan Dr Leimana, Makassar. (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) angkat bicara terkait tudingan sejumlah kontraktor yang menggarap proyek fisik maupun pengadaan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang hingga saat ini belum terbayar.

Diduga, pembayaran tidak dilakukan oleh Pemprov Sulsel, karena kas keuangan kosong. Padahal tanggungjawab pekerjaan telah diselesaikan pada awal Desember 2020.

Menanggapi tudingan tersebut, Nurdin menegaskan bahwa Pemprov Sulsel memiliki kas yang cukup besar untuk menyelesaikan pembayaran tersebut. Hanya saja, tambah Nurdin, ia enggan membayar para kontraktor jika pengerjaan proyek dinilai tidak sesuai sesuai ketentuan.

“Gak benar itu, gak benar, uang kita banyak, cuman rekanan maunya dibayar tapi kualitas kerjanya gimana? Kan Saya minta semua sebelum dibayar cek kualitas kerjanya, kalau gak bagus ngapain harus dibayar,” tutur Nurdin Abdullah, Senin (11/1/2021).

Nurdin sendiri enggan berkomentar terkait ada tidaknya pengerjaan proyek yang dinilai memiliki kualitas yang buruk. Namun, Tambah Nurdin, Pemprov Sulsel akan mempercepat proses pembayaran kepada kontraktor yang menyelesaikan pengerjaan proyek dengan kualitas bagus.

“Jangan bilang tidak bagus, yang penting itu saja persoalannya, kalau yang lain malah kita dorong untuk kita suruh bayar,” ungkap Nurdin.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemprov Sulsel Edi Junaedi, mengaku hingga 31 Desember 2020 Pemprov Sulsel memiliki kas yang cukup besar dengan nilai Rp285.019.621.969,48 miliar untuk penyelesaian pembayaran kontraktor.

Dia menjelaskan keterlambatan pembayaran terhadap kontraktor dikarenakan lambatnya para kontraktor mengajukan pembayaran.

“Saya mau tau dek kapan kontraktor ajukan pembayaran, karena yang mengajukan paling lambat tanggal 10 kita sudah bayar semua ini, karena banyak libur diakhir tahun. Saldo kas 2020 adalah saldo terbesar selama 5 tahun terakhir. Soal keterlambatan rekanan mengajukan pencairan di akhir tahun, akibat banyaknya berkas yang harus diverifikasi,” kata Junaedy kepada Sulselsatu.com Senin, (11/1/2021).

Terkait penyelesaian pembayaran terhadap sejumlah rekanan yang menggarap proyek fisik maupun pengadaan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Junaedy mengaku akan segera menyelesaikannya.

“Tolong siapa-siapa kontraktor yang belum dibayar teman-teman BKAD akan proses secepat mungkin,” pungkasnya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 September 2026 23:21
PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi
PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperkenalkan layanan Pintu VIP Private sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang dit...
Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...
Makassar25 September 2026 18:45
Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Teman Piknik Keluarga di Makassar
Puluhan keluarga pengguna Yamaha GEAR ULTIMA berkumpul piknik bersama dalam acara ULTIMA FAMILY PICNIC di Makassar...