Logo Sulselsatu

Kemdikbud Gagas Adaptasi Pembelajaran di Tengah Pandemi Lewat Program Merdeka Belajar

Asrul
Asrul

Sabtu, 23 Januari 2021 13:29

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program Merdeka Balajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan salah satu tujuannya adalah menyikapi perubahan dan adaptasi kebiasaan baru akibat pandemik virus Covid-19. Dunia pendidikan dari berbagai tingkatan yang notabene adalah
pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, harus bisa meresponnya.

Hal ini ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada Forum Merdeka 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk “Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia”, Jumat (22/1/2021) di Jakarta.

“Kita perlu merdeka di semua tingkat pembelajaran untuk memberikan kekuatan bagi para guru, sekolah, para orang tua murid, dan tentunya peserta didik,” ujar Menteri Nadiem.

Melalui konsep merdeka belajar ini, lanjut Mendikbud, generasi penerus bangsa dapat
menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi saat ini. Jadi, kegiatan belajar tetap dapat berlangsung melalui berbagai alternatif yang memadai dengan menggunakan medium-medium teknologi.

“Ini salah satu cara kita bisa beradaptasi di dunia pendidikan termasuk perubahan teknologi yang begitu pesat,” katanya.

Kemendikbud dikatakan Menteri akan memastikan, bahwa kegiatan belajar tetap berlangsung di tengah keterbatasan yang disebabkan oleh pandemi. Hal ini dilakukan karena dampak program merdeka belajar dipandang signifikan meningkatan kualitas SDM dalam negeri ke depan, di tengah ancaman virus yang masih belum tentu kapan berakhirnya.

“Kemendikbud memastikan program itu masih terus berjalan walaupun dengan segala tantangan yang sudah ada,” imbuhnya.

Dalam mendukung hal di atas, selama tahun 2020, Kemendikbud juga telah mengeluarkan
serangkaian kebijakan yang memudahkan sektor pendidikan tetap berlangsung. Salah satunya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) afirmasi dan kinerja bagi seluruh sekolah, negeri maupun swasta.

“Dana bos dulunya hanya untuk sekolah negeri. Tapi saat ini sekolah swasta juga mendapatkannya,” tegasnya.

Pihaknya, juga membuat kurikulum darurat yang menyederhanakan kurikulum pembelajaran. Materi pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik hanya materi utama saja. Dalam waktu tiga sampai empat bulan, Kemendikbud melakukan hal tersebut.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan05 November 2026 15:52
OJK Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong mahasiswa menjadi agen literasi keuangan sekaligus penggerak ekonomi daerah....
Makassar05 November 2026 15:22
ASUS Hadirkan Rekomendasi Laptop Terbaik 2026 di Makassar, Perkuat Standar No.1 Quality & Service
SULSELSATU.com, MAKASSAR – ASUS memperkenalkan berbagai pilihan laptop unggulan 2026 sekaligus memperkuat komitmen terhadap kualitas produk dan ...
Kesehatan05 November 2026 15:20
370 Anak di Gowa Terima Bantuan Susu dari Kementerian PPPA
Sebanyak 370 anak di Kabupaten Gowa menerima bantuan susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI untuk mendukung peme...
Hukum05 November 2026 14:54
Rudianto Lallo Desak Kejati Bongkar Mafia Alsintan Rp243 Miliar, Gowa dan Takalar Jadi Sorotan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menuntaskan penyelidikan d...