Logo Sulselsatu

Penataan Aset Pemprov Sulsel Buruk Versi KPK

Asrul
Asrul

Rabu, 27 Januari 2021 20:15

Kepala Satgas pencegahan Direktorat KPK Niken Ariati. Sulselsatu/Jahir
Kepala Satgas pencegahan Direktorat KPK Niken Ariati. Sulselsatu/Jahir

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil penilaian capaian Monitoring Center of Prevention (MCP) program koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) KPK hingga tahun 2020.

Kepala Satgas pencegahan Direktorat KPK Niken Ariati mengatakan MCP terfokus dalam delapan area capaian di antaranya tata kelola dana desa, penganggaran APBD, perencanaan barang dan jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), APIP, manajemen ASN hingga manajemen aset daerah.

Khusus Sulsel dan Kota Makassar, kata Niken Ariati, capaian MCP sangat minim. Olehnya itu Pemprov menjadi perhatian lebih penerapan untuk perbaiki sistem pemerintahan yang baik dan bersih dengan sistem.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

“Kebetulan Pemprov Sulawesi Selatan dan Pemkot Makassar ini agak rendah capaian nih. Sekitar dua ratus delapan puluhan. Makanya jadi perhatian,” katanya saat ditemui di kantor gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar, (27/1/2021).

Niken mengaku, Pemprov Sulsel harusnya memiliki capaian lebih baik. Apalagi Sulsel merupakan daerah yang juga dijadikan cermin pembangunan yang besar di Indonesia timur.

“Harusnya ya lebih bagus dong kan pemerintah provinsi dan pemerintah kota ibukota provinsi biasanya kan harusnya baik gitu,” ungkapnya.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

Dia mengaku banyak penyebab yang membuat capain MCP Pemprov Sulsel sangat rendah diantaranya penataan aset daerah yang tidak karuan.

“Makanya kami kan dorong terutama kalau di sini kami minta untuk perbaikan manajemen aset daerah, supaya aset-aset daerah tercatat,” ujarnya.

Selain itu, Niken juga menyarankan Pemprov Sulsel untuk lebih mempertegas saksi perlindungan aset daerah.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo

“Sementara kita minta supaya dipertegas sanksinya. Minta ber surat segera. Surat peringatan satu, dua, tiga. Kalau enggak kita laporkan ke Apgakum. Sebenarnya konteksnya seperti itu saja supaya lebih disiplin lagi,” pungkasnya

Penulis: Jahir Majid
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...