Logo Sulselsatu

Mitos Tentang Gula yang Tidak Benar

Asrul
Asrul

Kamis, 04 Februari 2021 01:01

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Makassar – Selama bertahun-tahun, gula telah digunakan sebagai pemanis di dalam makanan maupun minuman. Gula sendiri merupakan karbohidrat yang larut, yaitu suatu molekul biologis yang terdiri dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen.

Gula sederhana, atau disebut juga monosakarida, termasuk glukosa dan fruktosa. Sementara itu, gula pasir termasuk gula majemuk atau disakarida, yang dikenal sebagai sukrosa, terdiri dari glukosa dan fruktosa. Selama proses pencernaan berlangsung, tubuh memecah disakarida menjadi monosakarida.

Meski begitu, masih banyak sekali mitos tentang gula di internet yang belum tentu benar. Jadi, mengetahui faktanya akan lebih baik agar kamu tidak mendapatkan informasi yang keliru. Berikut ini beberapa di antaranya dilansir dari halodoc.com:

Baca Juga : Jangan Kendor, Simak Tips Menjaga Kesehatan di Musim Penghujan

Gula Membuat Anak Menjadi Hiperaktif
Mitos ini sangat dipercaya sebagian besar orangtua sehingga tak jarang mereka membatasi pemberian gula pada sang buah hati. Nyatanya, belum ada studi ilmiah yang berhasil membuktikan bahwa gula menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Studi yang dipublikasikan dalam JAMA menyimpulkan bahwa gula, terutama sukrosa tidak memengaruhi kinerja kognitif atau perilaku anak-anak.

Gula Menjadi Penyebab Diabetes
Mitos lain yang masih dipercaya adalah gula secara langsung menyebabkan diabetes. Namun, tidak ada hubungan langsung antara keduanya. Kelebihan berat badan memang menjadi faktor risiko diabetes tipe 2, di mana mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya obesitas.

Akan tetapi, gula bukanlah penyebab langsung diabetes tipe 2. Sedangkan untuk diabetes tipe 1, faktor makanan dan gaya hidup tidak memiliki peran yang signifikan.

Baca Juga : Tips Puasa Tetap Lancar di Masa Pandemi Covid-19

Tidak Menambah Gula pada Makanan
Mengonsumsi gula berlebih memang berdampak buruk bagi kesehatan, jadi banyak orang yang lantas mengurangi asupannya dalam pola makan. Namun, sebenarnya, kamu tidak perlu menghilangkan gula sepenuhnya dari makanan.

Misalnya, buah mengandung gula, tetapi bermanfaat bagi kesehatan, jadi tidak mengonsumsinya justru akan merugikan. Sebaliknya, mengurangi konsumsi minuman manis, seperti soda bisa menjadi pilihan tepat, karena minuman ini bisa memicu kerusakan ginjal, penuaan sel, patah tulang pinggul, obesitas, dan diabetes tipe 2.

Gula Menyebabkan Kanker
Sebagian besar ahli tidak percaya gula secara langsung menyebabkan kanker atau menjadi bahan bakar penyebarannya. Sel kanker membelah dengan cepat, artinya mereka membutuhkan banyak energi yang dapat disediakan gula. Inilah mungkin akar dari mitos tersebut.

Baca Juga : Mentang-mentang Imlek, Jangan Kebanyakan Makan Kue Keranjang Ya!

Namun, semua sel membutuhkan gula, dan sel kanker juga membutuhkan nutrisi lain untuk bertahan hidup, seperti asam amino dan lemak, jadi ini tidak semua adalah akibat dari gula. Menurut Cancer Research UK, tidak ada bukti bahwa mengikuti diet bebas gula menurunkan risiko terkena kanker atau meningkatkan peluang untuk bertahan hidup jika terdiagnosis.

Seperti diabetes, peningkatan asupan gula memiliki kaitan dengan penambahan berat badan, sementara itu kelebihan berat badan dan obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Jadi, meskipun gula tidak secara langsung menyebabkan kanker dan tidak membantunya berkembang, tetapi jika seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi dan mengembangkan obesitas, maka risikonya meningkat.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mengatasi Stres Bagi Ibu Hamil di Masa Pandemi?

Editor: Midkhal

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...