SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menerima 13 unit ambulance dan damkar dari Ehime Jepang, yang diserahkan langsung perwakilan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), di Gedung Karaeng Pattingalloang, Gubernuran, Jumat (5/2/2021).
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) mengatakan, nantinya akan menyusul 21 unit ambulans dan damkar dari Ehime Jepang. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK
“Hari ini kita dapat berkah yang sudah dilakukan kerjasama sejak tahun 2009, yaitu bantuan damkar dan ambulance, jumlah 13 unit dan akan menyusul lagi 21 unit akan dikirim secara bertahap,” beber Nurdin Abdullah.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menjelaskan damkar dan ambulance ini menguntungkan bagi Pemprov Sulsel. Sebab selain tidak dibayar, biaya masuk di Indonesia juga hanya membayar ongkos pengiriman sebanyak Rp 30 juta per satu kontainer.
“Satu kontainer itu biayanya Rp 30 juta, apalagi biaya masuk juga tidak ada dan ini kan hibah. Kita cuma membayar ongkos. ini tentu lebih hemat dari segi anggaran, tapi tidak berarti layanan pada masyarakat itu harus terhenti,” ujarnya.
Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo
“Ini akan meringankan beban APBD daerah, sehingga kita berharap seluruh proses administrasi bisa lebih cepat, sehingga tidak menyulitkan pemberi hibah untuk menampung damkar dan ambulance. Ini sudah secara resmi penyerahan dihadiri Dubes Jepang, dari Presiden Toyota Cocy maupun Toyota Ehime, Gubernur Ehime tentu ini akan semakin memperluas lagi kerjasama kita, dan ini suatu hal yang menggembirakan pada kita,” jelasnya.
Menurut Nurdin, bentuk kerjasama antara Pemprov Sulsel dan Pemprov Ehime Jepang dan Toyota Ehime Jepang ini, bukan kerjasama biasa, tapi merupakan persaudaraan.
“Kita sudah menandatangani kesepakatan menjadikan Sulsel dan Provinsi Ehime menjadi sister province, artinya tidak lagi terbatas pada menerima hibah, tetapi juga akan mendorong investor yang ada di sana untuk Sulawesi Selatan. Yang sudah oke yaitu Wajima Projects, yaitu rencana pengembangan budidaya ikan di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo
Untuk mendukung kerjasama di budidaya perikanan di Sulsel, pihaknya sudah mengirim empat orang untuk belajar di Jepang, dan diharapkan nantinya akan menjadi pembina bagi pelaku budidaya ikan di Sulsel.
“Empat orang anak-anak kita sekarang sudah ada disana untuk training dalam rangka alih teknologi. Saya kira kerjasama ini tentu kita harus jaga komitmen yang kita sudah bikin, sehingga kerjasama ini berlangsung sepanjang masa. Dan tentu harapan kita, Jepang memberikan perhatian khusus terhadap Sulawesi Selatan. Jepang kan syarat akan teknologi yang tentu memperhatikan pengembangan sumber daya manusia,” tutupnya. (*)
Penulis: JAHIR MAJID
Baca Juga : Paskibraka Sulsel Jalankan Tugas dengan Penuh Haru di HUT ke-80 RI
Editor: ANDI
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar