Logo Sulselsatu

Imlek 2021: Tanpa Kemeriahan, Hanya Kepulan Asap Dupa

Asrul
Asrul

Jumat, 12 Februari 2021 19:23

Warga Makassar etnis Tionghoa, membakar dupa di Klenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Jumat (12/2/2021). Imlek tahun ini jauh dari keriuhan seperti sebelum-sebelumnya.
Warga Makassar etnis Tionghoa, membakar dupa di Klenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Jumat (12/2/2021). Imlek tahun ini jauh dari keriuhan seperti sebelum-sebelumnya.

SULSELSATU.com, Makassar – Saban tahun, Imlek selalu identik dengan kemeriahan. Warna merah yang mencolok dari semua aksesorisnya. Menambah keriuhan alunan musik dari Karnaval Cap Go Meh dan tentu saja Tari barongsai.

Tahun ini di tengah pandemi, Imlek benar-benar terasa kesunyiannya. Lihat saja di Klenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Makassar. Tahun-tahun sebelumnya, klenteng ini meriah dan penuh sesak oleh warga Makassar etnis Tionghoa yang datang beribadah.

Di Tahun Kerbau, tak ada lagi kemeriahan. Tak ada lagi penuh sesak. Yang ada hanya kepulan asap dupa.

Baca Juga : Gema Harmoni Imlek dan Buka Puasa 2026 PHI Hadir di Claro Makassar

“Tahun ini bisa dikatakan banyak acara-acara di Klenteng yang ditiadakan. Termasuk Barongsai, malam Imlek, dan Cap Go Meh semua ditiadakan,” kata Humas Klenteng Xian Ma Robbyanto Rusli, Jumat (12/2/2021)

Perayaan Imlek di Klenteng Xian Ma mengikuti imbauan Pemerintah Kota Makassar untuk tidak beramai-ramai. Rubbyanto mengatakan klenteng menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Imbasnya, jumlah kunjungan orang sembahyang mengalami penurunan hingga 70 persen. Padahal, pihaknya juga sudah ancang-ancang melakukan pembatasan bagi orang yang datang.

Baca Juga : Asmo Sulsel Hadirkan Promo Motor Matik Spesial Sambut Imlek 2026

“Sebenarnya sudah ada rencana pembatasan setiap orang 10-11 orang bergantian masuk, tapi melihat angka orang yang sembayang menurun sekali. Jadi kita tidak perlu membatasi,” kata dia.

Kemungkinan, selain mencemaskan penyebaran Covid-19 di tempat ibadah, pengunjung juga telah mendapat imbauan untuk sembahyang di rumah.

“Kita imbau untuk sembahyang di rumah saja. Itu sama saja,” ungkapnya.

Baca Juga : Asmo Sulsel Rayakan Imlek Bersama Komunitas Honda di Bone Lewat Gong Xi City Ride

Padahal, jumlah kunjungan di Klenteng pada tahun lalu mencapai ribuan per hari lantaran perayaan Imlek berlangsung hingga malam.

“Tahun lalu bisa sampai ribuan perhari. Karena klenteng buka sampai malam. Sekarang jam 4 sore sudah tutup,” tutupnya.

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Midkhal

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Agustus 2026 13:54
Pemilahan Sampah Sejak 2025, RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Berbasis Kolaborasi Warga
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Budaya memilah sampah di RT 04/RW 07 Cluster Berlian Permata, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, telah diterapk...
Metropolitan04 Agustus 2026 12:31
Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Makassar, Pakar: Bukan Lagi Imbauan, Melainkan Kewajiban Hukum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman...
Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...