Logo Sulselsatu

Usai Bertemu TP, Golkar Sulsel Siapkan Plt Pengganti Kaswadi dan Fashar

Asrul
Asrul

Senin, 22 Februari 2021 10:24

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dua Ketua DPD II Golkar masing-masing Andi Kaswadi Razak dan Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menemui Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe di Kota Makassar.

Diketahui, Kaswadi adalah Ketua DPD II Golkar Soppeng, sementara Fashar memimpin Golkar di Kabupaten Bone. Dua daerah ini, belum ditunjuk pelaksana tugas seperti daerah lainnya.

Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Zulham Arief mengatakan, pertemuan Tufan Pawe dengan Bupati Bone dan Bupati Soppeng itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Mereka membicarakan bagaimana membesarkan Golkar di Sulsel lewat visi misi Taufan Pawe.

Baca Juga : Diskusi Masa Depan Sulsel, Arief Rosyid Yakin Golkar Jadi Rumah Politik Anak Muda

“Tadi malam Pak Ketua (Taufan Pawe) bertemu dengan Pak Fashar. Sehari sebelumnya bertemu dengan Pak Kaswadi. Mereka juga membicara persiapan Musda masing-masing daerah. Untuk itu, Pak ketua segera menunjuk Plt Ketua untuk melaksanakan Musda, dikarenakan masa jabatan Ketua saat ini telah berakhir,” kata Zulham Arief, Senin (22/2/2021).

Sekretaris AMPG Sulsel ini menjelaskan, dalam pertemuan Taufan Pawe mengapresiasi kedua kader andalan Golkar Sulsel tersebut. Bagiamana tidak, keduanya mampu menaikkan elektoral partai berlambang pohon beringin ini di di daerah mereka masing-masing.

Andi Fahsar Padjalangi, Ketua Golkar Bone ini berhasil menjadi Bupati Bone dua periode. Begitupun kursi di legislatif. Partai Golkar kembali mempertahan kursi ketua DPRD Bone dengan sembilan kursi pada Pileg 2019 lalu.

Baca Juga : Temu Kader Golkar di Takalar, Muhidin Ingatkan Target Penambahan Kursi

Begitupun Kaswadi Razak. Pada Pileg 2019 lalu, Bupati Soppeng dua periode itu membuat Golkar sukses meraih suara signifikan sebanyak 12 kursi, dari 30 kursi di DPRD Soppeng. Dibanding pada 2014, Golkar Soppeng hanya meloloskan 7 kadernya menjadi anggota DPRD Soppeng.

“Dimata pak ketua (Taufan Pawe), Pak Fashar dan Pak Kaswadi merupakan kader berprestasi yang layak jadi panutan,” jelas pria kelahiran Takalar ini.

Alumni Fakultas Hukum Unhas ini menambahkan, Taufan Pawe membuka ruang jika keduanya masih ingin memimpin DPD II Partai Golkar. Menurutnya, selama kader itu berprestasi, Partai Golkar memberikan kesempatan kepada kader untuk kembali membuktikan diri. Keputusan diskresi Ketua Umum Airlangga Hartarto terbuka untuk kader-kader seperti itu.

Baca Juga : Struktur Pengurus Plt Rampung, Muhidin Akan Kunjungi Tiga Dapil Jelang Musda Golkar Sulsel

“Pertemuan ini sekaligus membuktikan Pak Ketua ini sangat membuka ruang kompromi terhadap keputusan-keputusan yang beliau ambil. Jadi tidak benar itu kalau ada yang mengatakan pergantian plt ketua itu tindakan semena-mena tanpa memikirkan aturan dan etika. Itu tidak tepat,” pungkasnya.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...