Logo Sulselsatu

Komentari Kasus OTT Nurdin Abdullah, Danny: Kita Doakan Beliau Kuat

Asrul
Asrul

Minggu, 28 Februari 2021 13:27

Komentari Kasus OTT Nurdin Abdullah, Danny: Kita Doakan Beliau Kuat

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus gratifikasi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menggemparkan masyarakat Indonesia, terlebih Sulawesi Selatan.

Di mata masyarakat, sosok NA sapaan akrabnya sangat dihormati dan kagumi. Ia terkenal bersih dan santun.

Tak hanya itu, NA merupakan peraih penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) Tahun 2017 silam.

Baca Juga : Siang Ini Nurdin Abdullah Jalani Sidang Vonis Kasus Suap di Pengadilan Tipikor Makassar

Namun, kasus tindak pidana korupsi yang menjerat NA dan dua orang lainnya membuat masyarakat kecewa. Dengan kejadian itu, Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memberikan dukungan ke Mantan Bupati Banteng tersebut

Sponsored by MGID

Danny mendoakan agar NA kuat menghadapi musibah yang sedang menimpa sang professor.

“Pak NA itu pemimpin Sulsel. Kita mendoakan beliau, agar kuat menghadapi ini,” ujar Danny, di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (28/2/2021)

Baca Juga : Pengamat Sebut Tuntutan Pidana dan Denda Nurdin Abdullah Tidak Logis: Harusnya 12 Tahun Penjara

Menurutnya, kejadian ini menjadi pelajaran untuk semua pejabat, agar tetap bersih dari tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat.

“Saya kira, kita rakyat Makassar mendoakan beliau, agar tabah menghadapi ini dan saya kira semua pemimpin Makassar menjadi pelajaran untuk kita semua,” tutur Danny.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka usai menggelar operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah pada Sabtu, 27 Februari 2021 pukul 01.00 WITA.

Baca Juga : Saksi Persidangan Sebut Dana CSR Murni Pembangunan Masjid, Tak Ada Kaitan NA

Ketua KPK, Firli Bahuri menyampaikan setelah melakukan pemeriksaan konstruksi perkataan dan pengumpulan barang bukti, ditetapkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ( NA) dan Sekertaris Pekerjaan Umum Prov Sulsel, Edy Rahmat ( ED) sebagai penerima suap dan Kontraktor, Agus Sucipto (AS) sebagai pemberi suap.

Ketiganya lalu resmi ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021.

“Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang cukup, maka KPK berkeyakinan bahwa tersangka dalam perkara ini sebanyak 3 orang, pertama sebagai penerima yaitu saudara NA dan saudara ER dan sebagai Pemberi saudara AS,” ujar Firli

Baca Juga : Saksi Persidangan Sebut Dana CSR Murni Pembangunan Masjid, Tak Ada Kaitan NA

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

OPD06 Desember 2021 20:47
Rangga Janji Perjuangkan Aspirasi Warga Saat Reses Bisa Terealisasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Sulsel Fachruddin Rangga kembali melakukan reses pada titik keempat di Kelurahan Pa’bundukang, Kecamat...
Berita Utama06 Desember 2021 20:13
Capaian Vaksinasi di Jeneponto Masih Rendah, Satgas Covid-19 Sulsel Turun Tangan
SULSELSATU.com, Jeneponto – Tim Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel turun tangan langsung melakukan vaksinasi di Jeneponto. Kedatangan tim Satgas Co...
Breaking News06 Desember 2021 20:05
Varian Omicron Terus Menyebar, Pemerintah Tunda Pemberangkatan Umroh Sampai Tahun 2022
SULSELSATU.com, JAKARTA – Varian Omicron terus menyebar ke sejumpah negara. Melihat kondisj tersebut, Pemerintah memutuskan untuk menunda pember...
Sponsored by MGID
Ekonomi06 Desember 2021 19:46
BRI Tanggap Bencana Semeru, Kerahkan Mobil Evakuasi dan Bangun Posko Bantuan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Proses penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih terus berjala...