SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jalur Zonasi PPDB tahun ajaran 2021/2022 sudah selesai.
Meski begitu, selama pelaksanaannya, jalur zonasi masih menimbulkan masalah klasik. Mulai dari titik koordinat yang tidak sesuai hingga adanya nomor induk kependudukan (NIKN) yang dobel.
Tak ayal, keluhan tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Yeni Rahman.
Baca Juga : Legislator DPRD Makassar Sentil GMTD, Fasum-Fasos Baru 7 Klaster Diserahkan ke Pemkot
Yeni menyampaikan persoalan ini menjadi keluhan yang kerap dirasakan calon pendaftar.
“Saya juga gak ngerti, dari beberapa tempat yang saya kunjungi ini masalah titik koordinat, harusnya bisa dipecahkan oleh Disdik bagaimana penentuan titik koordinat itu,” kata Yeni.
Padahal, jauh sebelum proses PPDB digelar, legislator PKS ini juga mengusulkan untuk digelar simulasi bagi siswa SD menuju jenjang SMP.
Baca Juga : Legislator Makassar Desak GMTD Bangun Instalasi Pengolahan Air, Jangan Bebani PDAM
Sehingga, ketika pendaftaran tingkat eror setidaknya semakin berkurang dibanding sebelumnya.
“Karena pasti sesuatu tidak ada yang sempurna, tapi yang kita harapkan meminimalisir kesalahan yang terjadi,” tuturnya.
Bila hal tersebut terjadi, maka visi misi Waliota Makassar, yakni ‘Semua Harus Sekolah’ akan sulit tercapai jika OPD terkait tidak dijalankan secara maksimal.
Baca Juga : DPRD Makassar Ungkap Perumahan Milik GMTD Berisi 2 Ribu Hunian Tanpa Rumah Ibadah
Olehnya itu, ia mengusulkan untuk segera dilakukan evaluasi manajemen Disdik Kota Makassar seusai PPDB.
“Pastilah perlu evaluasi,” demikian Yeni.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar