Logo Sulselsatu

PKK Sulsel – UNICEF Indonesia Perkuat Program Gizi untuk Balita Hingga Bencana

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 04 Oktober 2021 20:58

PKK Sulsel – UNICEF Indonesia Perkuat Program Gizi untuk Balita Hingga Bencana

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Penggerak PKK Sulsel bersama UNICEF Indonesia memperkuat program gizi yang dilaksanakan di Provinsi Sulsel. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan secara virtual bersama Jenewa Madani Indonesia selaku mitra UNICEF Indonesia, Senin, (04/10/2021).

Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, program gizi ini termasuk dalam 10 program PKK, khususnya di Pokja IV. Selama ini, PKK fokus pada penanganan gizi buruk anak-anak, kemudian bagaimana menurunkan stunting di Sulsel.

“Kami dari PKK sudah melakukan rakor dan sosialisasi untuk menyamakan persepsi mengenai stunting dan gizi buruk, sehingga deteksi dini dilakukan dengan tepat,” kata Naoemi.

Baca Juga : Plt Ketua TP PKK Sulsel Buka Bakti Sosial DIKA

Ia menuturkan, PKK juga bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Obgyn Indonesia (PDOI). Sehingga, untuk penanganan stunting dan gizi buruk ini bisa dilakukan sejak ibu dalam kondisi hamil.

Sponsored by MGID

“Melibatkan dokter obgyn ini penting, agar ibu hamil bisa dipantau sehingga melahirkan bayi dalam kondisi normal,” imbuhnya.

Mengenai kasus gizi buruk, isteri Andi Sudirman ini menuturkan, ada sejumlah kasus dimana para orangtua tidak mengenali jika anaknya mengidap gizi buruk. Ia juga mengaku prihatin dengan anak-anak yang mengidap hidrosepalus, sekaligus gizi buruk.

Baca Juga : Plt Gubernur Sulsel Apresiasi Vaksinasi Sehari yang Digelar PKK Sulsel, Dekranasda dan DWP Sulsel

“Kami harap, ke depan ada dukungan dari UNICEF dan Jenewa Madani Indonesia agar kita bersama-sama fokus penanganan stunting dan gizi buruk ini,” harapnya.

Sementara, Nutricion Officer UNICEF Indonesia, Nike Frans, memaparkan penguatan program gizi di Provinsi Sulsel yang dilaksanakan UNICEF bersama Jenewa Madani Indonesia. Ia menegaskan, siklus mata rantai kekurangan gizi perlu diputus dari setiap kelompok umur.

Menurut Nike, ada delapan intervensi gizi spesifik yang dilaksanakan. Antara lain, pemberian TTD pada remaja putri, pemberian TTD pada ibu hamil, pemberian PMT pada ibu hamil KEK, pemberian asi ekslusif, PMBA, penilaian pertumbuhan, manajemen anak gizi buruk, dan manajemen anak kurang gizi.

Baca Juga : PKK Sulsel Akan Lakukan Vaksinasi Serentak Hingga ke Tingkat Desa dan Kelurahan

“Ada empat program utama program gizi UNICEF dan Jenewa Mada Indonesia. Yakni stunting dan masalah gizi balita, pencegahan dan penanganan gizi buruk atau wasting, gizi remaja dan gizi ibu, hingga gizi bencana,” urai Nike.

Ia berharap, PKK memberikan dukungan dalam menyukseskan program gizi spesifik. Mulai dari penguatan skrining dan rujukan, program gizi remaja dalam hal TTD rematri dan pendidikan gizi, kampanye ASI dan MP ASI, serta program gizi lainnya.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video23 Oktober 2021 19:31
VIDEO: Keterlaluan, Wanita Tua Ini Ludahi Petugas Lantaran Ditegur Tak Gunakan Masker
SULSELSATU.com – Seorang nenek-nenek ngamuk ke petugas kereta api di Stasiun Serpong, Tangerang. Kejadian tersebut dipicu nenek-nenek itu tidak ...
Makassar23 Oktober 2021 17:42
Ketua DPRD Sulsel Buka Program Vaksin Gratis Orari Lokal Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Organisasi Radio Amatir (Orari) Lokal Makassar menggelar vaksin gratis yang diselenggarakan di Sekretariat Orari Loka...
Ekonomi23 Oktober 2021 17:14
BRI Salurkan Lebih Rp588 Triliun Kredit Berbasis ESG
SULSELSATU.com, JAKARTA – BRI terus berkomitmen menerapkan prinsip ESG atau Environmental, Social, and Governance atau tata kelola perusahaan yang b...
Sponsored by MGID
Berita Utama23 Oktober 2021 16:36
Dukung Program Pemerintah, Gerindra Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19 di Jeneponto
SULSELSATU.com,Jeneponto – Untuk mendukung program pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19, DPC Partai Gerindra Kabupaten Jeneponto kem...